Kota Bogor Terapkan Bayar Pajak via Bukalapak

Kota Bogor Terapkan Bayar Pajak via Bukalapak
Foto: Rizky Mauludi

INILAH, Bogor - Mulai 25 April 2019 masyarakat Kota Bogor dapat membayar pajak daerah, termasuk pajak bumi dan bangunan (PBB) secara online melalui aplikasi Bukalapak.

Inovasi terbaru ini resmi digulirkan usai ditanda tangani kerja sama strategis Bukalapak dan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor oleh Achmad Zaky selaku Founder dan CEO Bukalapak serta Bima Arya selaku Wali Kota Bogor di areal underpas pedestrian Kebun Raya Bogor (KRB) pada Rabu (24/4/2019) siang.

Ditargetkan demi mendorong perekonomian dan pembangunan daerah melalui penguatan penerimaan pajak. Selama ini penyumbang terbesar PAD Kota Bogor berasal dari pajak, tahun 2018 total pendapatan pajak Kota Bogor Rp592 miliar menyumbang 65 persen total PAD sebesar Rp 913 miliar Khusus PBB. Dari data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor menunjukkan rata-rata realisasi penerimaan dalam lima tahun terakhir baru berkisar 68 sampai 72 persen dari seluruh potensi yang ada.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menuturkan, kolaborasi pemerintah dan elemen masyarakat melalui teknologi pintar sangat diperlukan untuk percepatan dan pemerataan pembangunan daerah.

"Cukup banyak potensi penerimaan daerah yang dapat digali dengan keterlibatan civil society di sektor digital. Pembayaran pajak daerah secara online melalui Bukalapak diharapkan dapat membantu memaksimalkan pendapatan daerah melalui dana pajak dan mendorong optimalisasi pembangunan Kota Bogor," ungkapnya.

Bima melanjutkan, tahun 2018, potensi objek PBB di Kota Bogor mencapal 257.465 objek pajak dengan nilai Rp139,3 miliar Namun realisasi penerimaan PBB hanya 141.280 objek pajak dengan niai Rp966 miliar. Artinya, terdapat sekitar Rp 427 miliar atau 30,62 persen PBB yang belum terbayar.

"Jumlah dana PBB tidak masuk ke penerimaan Badan Pendapatan Daerah setiap tahun juga terus meningkat," tambahnya.

Bima melanjutkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor menargetkan penerimaan tahun 2019 sebesar Rp23 triliun, naik 15 persen dibandingkan 2018 sebesar Rp2 trilun. Target penerimaan tahun 2019 tersebut akan berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) Rp944 miliar.

"Dana Perimbangan Rp1,03 triliun dan Pendapatan Daerah Yang Sah Lainnya Rp365 miliar," jelasnya.

Founder dan CEO Bukalapak Achmad Zaky menegaskan, bahwa kerja sama strategis ini adalah bagian dari komitmen Bukalapak untuk terus mendorong e-government diberbagai daerah.

"Kami memiliki tim Sosial dan Kemasyarakatan yang mendedikasikan waktu, energi dan pikirannya untuk mengembangkan berbagai inovasi teknologi pintar bagi daerah-daerah yang menginginkan adanya saluran yang efektif dan efisien untuk mendorong perekonomian dan pembangunan daerah melalui penguatan penerimaan pajak," jelas Zaky.

Kepala Bapenda Kota Bogor R. An An Andri Hikmat menuturkan, inovasi ini adalah bagaimana memberikan kemudahan kepada masyarakat bahwa membayar pajak mudah, karena dahulu harus datang ke bank tapi sekarang dirumah juga sudah bisa membayar pajak.

"Mudah-mudahan kedepan bisa bekerjasama dengan aplikasi online lainnya. Bulan September ada beberapa lagi yang dikerjakan dengan yang sejenis Bukalapak. Bayar bisa menggunakan handphone asal internet terhubung. Bukti bayar ada dihandphone nanti diunduh, resinya akan tampil. Dengan hal ini masyarakat membayar cepat karena dimudahkan membayar," pungkasnya. (Rizky Mauludi)