KPUD Bogor Geber Penghitungan Suara

KPUD Bogor Geber Penghitungan Suara
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Bogor- Baru 19 dari 68 kelurahan yang memasukkan rekapitulasi surat suara di Kota Bogor. KPU pun mencoba menggeber penghitungan suara Pemilu 2019.

Ketua KPUD Bogor Samsudin membeber data. Ini data yang dia terima hingga Rabu (24/4) siang. Baru 19 kelurahan yang memasukkan data surat suara di tiap kecamatan di Kota Bogor. Masih sangat kecil mengingat ada 68 kelurahan di Kota Hujan.

“Saya mengharapakan agar hari ini rekapitulasi surat suara yang kini ada di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) bisa bertambah. Updatenya kemarin yang sudah masuk baru 28%,” ungkap Samsudin.

Dia melanjutkan, ada mekanisme dalam perhitungan suara pada pemilu 2019 ini, di mana dalam penghitungan surat di Tempat Pemungutan Suara (TPS) minimal harus setengah jam.  “Mudahan-mudahan selesai tepat waktu sesuai dengan yang ditargetkan, yaitu 4 Mei 2019 mendatang,” tambahnya

Setalah melakukan rekapitulasi suara di tingkat PPK, penghitungan surat suara akan dilakukan di tingkat KPU kota dan kabupaten. Setelah itu akan dilanjutkan ke tingkat provinsi. Sementara jadwal rekapitulasi suara di tingkat pusat akan dilakukan pada 22 Mei 2019 mendatang.

Meski mencoba mengejar target, Samsudin juga tak mau kerja keras itu menelan korban kembali. Karena itu, KPU Bogor menetapkan pembatasan waktu rapat pleno tingkat kecamatan. Untuk menghindarkan tumbangnya para petugas, Dinas Kesehatan Kota Bogor juga menyiapkan tim medis dan ambulans di setiap kecamatan.

Samsudin  mengatakan, diharapkan rapat pleno rekapitulasi di tingkat kecamatan harus selesai setelah pada pukul 18.00 WIB dan di mulai lagi pada esoknya pada pukul 09.00 WIB pagi.

“Setelah itu kami berharap para peserta penyelenggara pemilu bisa istirahat dan kami sudah berkoordinasi dengan Bawaslu. Pembatasan waktu sendiri akan dilakukan per hari ini,” ungkapnya.

Samsudin menegaskan, pembatasan waktu rapat pleno tingkat kecamatan, tidak akan mengganggu KPUD Kota Bogor untuk mengejar target selesai pada tanggal 4 Mei 2019. Ia juga, optimistis akan selesai tepat waktu meskipun ada pembatasan waktu di tingkat kecamatan. 

“Kami masih optimistis penyelenggara di bawah akan sesuai target. Karena waktu yang disiapkan relatif cukup panjang yaitu masih ada 10 hari lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bogor, Rubeah mengatakan, sebagian besar panitia pemilu yang sakit mengalami kelelehan. Itu terjadi karena pekerjaan diforsir tanpa jeda 
istirahat sehingga menjadi sakit.

“Jam kerjanya di atas normal, sedangkan tidak ada asupan energi yang cukup. Hal itu menyebabkan hipertensi, hingga tipus,” ungkapnya.

Rubaeah menduga, ada kemungkinan riyawat penyakit para penyelenggara pemilu. Sehingga dengan mudah para panitia terpapar sakit ketika dalam kondisi lemah. 

“Seharusnya ketika rekrutmen tenaga kerja juga harus disertai riwayat kesehatan. Agar penyelenggraaan pemilu dikerjakan orang-orang siap secara kesehatan,” jelasnya. (Rizki Mauludi)