DJP Jabar Ingatkan Pengusaha Jika Membayar Pajak Itu Ibadah

DJP Jabar Ingatkan Pengusaha Jika Membayar Pajak Itu Ibadah
foto: Reza Zurifwan

INILAH, Cileungsi- Kantor Jenderal Pajak (KJP) wilayah III Jawa Barat terus melakukan sosialisasi Business Development Service (DBS) kepada ribuan pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM).


Catur Widyosari selaku Kepala Kantor DJP wilayah III Jawa Barat mengatakan sejak diluncurkan program DBS ini tidak hanya melakukan pembinaan agar omset pengusaha UKM  meningkat, tetapi juga memberikan pemahaman agar mereka sadar untuk membayar pajak.


"Program DBS ini tidak hanya melakukan pembinaan kenmampuan bagaimana mereka meningkatkan omset seperti cara produksi, packaging hingga pemasaran. Selain itu kami juga memberikan kesadaran mereka bahwa membayar pajak itu adalah ibadah karena mereka ikut membantu pemerintah dalam membangun Bangsa Indonesia," kata Catur kepada wartawan, Rabu (25/4).


Ditempat yang  sama, Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan berharap dengan program DBS maka bisa membantu usaha 670 ribu pengusaha UKM yang ada di Bumi Tegar Beriman.


"Program DBS ini bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) Kantor DJP dalam membina pengusaha UKM,dengan adanya bapak asuh pemerintah daerah berharap kualitas UKM meningkat hingga bisa merambah pasar mancanegara," harap Iwan.


Alumni Universitas Pakuan ini menambahkan agar produk UKM Bumi Tegar Beriman layak eksport, maka Dinas Koperasi dan UKM bisa bekerjasama dengan perbankan karena dirinya melihat para pengusaha ini membutuhkan bantuan fasilitasi jasa keuangan untuk permodalan.


"Agar UKM bisa eksport saya tugaskan Dinas Koperasi dan UKM menggandeng dunia perbankan seperti Bank Jabar Banten (BJB) untuk membantu pengusaha UKM mendapatkan fasilitas pinjaman modal usaha. Mungkin yang didorong untuk eksport itu tidak semua tetapi yang produknya termasuk produk unggulan,"  tambahnya.


Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bogor Ronny Sukmana melanjutkan dari 670 ribu UKM, 5 persen diantaranya sudah mandiri dan bisa merambah pasar mancanegara.


"Saat ini baru 5 persen atau 33.000 pengusaha UKM yang sudah mandiri dan bisa mengeksport produknya ke luar negeri, tahun ini kami menargetkan 1.000 pengusaha UKM lainnya naik kelas menjadi mandiri," lanjut Ronny. (Reza Zurifwan)