KPK Ultimatum Menteri Agama Penuhi Panggilan

KPK Ultimatum Menteri Agama Penuhi Panggilan
net

INILAH, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendesak Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin bersikap kooperatif saat pemanggilan atas dirinya dilakukan kembali.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pemeriksaan Lukman sebagai saksi dalam kasus operasi tangkap tangan terkait dugaan jual beli jabatan di Kementerian Agama yang dilakukan mantan ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuzy sangat penting dilakukan.

Apalagi kala itu KPK telah menyita beberapa barang bukti dari ruang kerja Lukman sebagai Menteri Agama. Barang bukti tersebut berupa sejumlah uang yang diduga hasil transaksi atas dugaan kasus di atas.

"Ada sejumlah hal yang krusial yang tentu perlu kami klarifikasi terhadap saksi (Menang Lukman)," kata Febri kepada media, Jakarta, Rabu (25/04/2019).

Lukman semestinya menjalani pemeriksaan sebagai saksi di KPK pada Rabu (24/04/2019) kemarin. Namun yang bersangkutan mangkir dari pemanggilan tersebut karena beralasan sedang tugas di Bandung, Jawa Barat.

Selain Lukman, Gugus Joko Wasit yang bertindak sebagai salah satu staf ahli Menteri Agama juga mangkir dari pemeriksaan tanpa memberikan pemberitahuan kepada KPK.

Diduga ketidakhadiran Gugus lantaran sang bos, Lukman Hakim juga tak menghadiri pemeriksaan, meski Lukman dikabarkan telah memberikan pemberitahuan untuk penjadwalan ulang sebab sedang dalam pelaksanaan tugas negara.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan sedikitnya tiga orang tersangka yakni Anggota Dewan Penasihat TKN Jokowi Maruf, Romahurmuziy alias Romi, Kakanwil Kemenag Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.(Daulat Fajar Yanuar)