Capres 2024: Pep Guardiola

Capres 2024: Pep Guardiola

TAK mau suasana panas seperti saat ini terulang kembali lima tahun ke depan? Maka sarankanlah kepada parpol pemilik banyak kursi DPR saat ini kandidat untuk Pilpres 2024 nama ini: Pep Guardiola.

Polarisasi yang tajam seputar Pilpres 2019 ini sudah sampai pada tingkat yang menjemukan. Saling serang, saling hujat, dan kini saling klaim kemenangan membuat tensi politik tak pernah turun.

Penyebabnya kita paham. Kita tak pernah jujur. Kita tak pernah mengakui kehebatan lawan. Manisnya kekuasaan, riuhnya kemenangan, membuat kita melupakan sifat dan adab yang pernah diajarkan pendahulu-pendahulu kita.

‘Siap menang, siap kalah’ hanya jadi slogan pemanis. Tak satu pun di antara kita yang siap kalah. Maunya selalu menang. ‘Yang menang jangan jemawa, yang kalah lapang dada’, juga slogan yang sudah kita buang ke tong sampah.

Maka, menuju Pilpres 2024, kita usulan kepada parpol penguasa parlemen, mengajukan Pep Guardiola sebagai calon presiden. Guardiola adalah pelatih klub Inggris, Manchester City. Kenapa? Karena dialah yang bisa menunjukkan adab yang baik, yang bisa mewujudkan tak jemawa kala menang dan lapang dada jika kalah.

Bayangkan, dalam persaingan yang tak kalah ketatnya dibanding Pilpres 2019, dia memuji pesaingnya dalam perebutan gelar juara. Siapapun yang juara di Inggris, sebutnya, adalah karena lebih beruntung. Siapapun, Manchester City atau Liverpool, adalah sama-sama yang terbaik di Inggris.

Dia tetap tenang. Padahal, pendukung kedua klub tak ubahnya seperti kelakuan cebong dan kampret di kita. Tapi, sifat, sikap, dan pernyataannya tak ada yang menambah keruh suasana.

Dia memang berpaspor Spanyol. Tapi, tak perlu pula kita mengubah Undang-Undang Pemilu atau Undang-Undang Pilpres jika ingin mengakomodasi Guardiola jadi capres. Sebab, yang kita maksudkan bukanlah Guardiola sesungguhnya, tapi orang-orang yang memiliki sikap, sifat, adab, dan pandangan maju seperti dia.