Pelebaran Jalan Baros Cimahi, PUPR Gelontorkan Rp200 Juta

Pelebaran Jalan Baros Cimahi, PUPR Gelontorkan Rp200 Juta
ilustrasi/net

INILAH, Cimahi - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi menganggarkan Rp200 juta untuk pelebaran Jalan Raya Baros, Kota Cimahi. Tepatnya, lokasi itu berada di depan Sub-Detasemen Zeni dan Bangunan (Subdenzibang) Kodam III/Siliwangi.

Upaya pelebaran jalan itu sudah dimulai sejak Maret lalu, dengan membongkar bangunan semi permanen tepat di depan bangunan heritage Hoefsmidschool atau Sekolah Ladam Kuda. 

Kepala Bidang Bina Marga pada DPUPR Kota Cimahi Wilman Sugiansyah mengatakan, pelebaran jalan itu dilakukan untuk memperlancar arus lalu lintas di kawasan Baros. Menyusul, pelebaran jalan sudah dilakukan terlebih dahulu di depan Pusdik Armed.

"Pelebaran jalan di kedua sisi bagian dari penataan kawasan Baros. Satu jalur sudah, bagian depannya menyusul dengan harapannya tahun ini terealisasi. Mudah-mudahan sebelum lebaran sudah mulai dikerjakan," katanya saat ditemui Pemkot Cimahi, Kamis (24/4/2019).

Rencana pelebaran radius tikung bakal menambah lebar jalan 2 meter dari kondisi semula, dengan total panjang jalan mencapai 45 meter yang membentang dari SPBU hingga Pos Polisi (Pospol).

Menurutnya, rencana pelebaran jalan itu berdasarkan hasil kajian Forum Lalu Lintas Kota Cimahi, mengingat akses jalan di sekitar Baros kerap mengalami kepadatan. Pasalnya, jalan itu merupakan salah satu akses utama bagi warga yang ingin menuju Tol Baros.

"Diharapkan dengan pelebaran jalan bisa menambah kapasitas jalan. Sekarang biasa 1 lajur bisa jadi 2 lajur, ditambah trotoar mundur juga selebar 1 meter," ujarnya.

Untuk memperlancar rencana pelebaran jalan itu, lanjut Wilman, pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan PLN dan Telkom. Sebab, di sana ada aset milik kedua BUMN itu yang harus dipindahkan.

Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Endang mengakui pihaknya mengajukan pelebaran jalan radius tikung di segitiga Baros tersebut. Berdasarkan hasil kajian, ditetapkan bahwa jalur itu memang perlu dilebarkan.

"Kajiannya memang dari kami. Perlu adanya pelebaran radius tikung agar arus kendaraan lebih lancar," ujarnya. (Ahmad Sayuti)