Wisuda Unas Pasim, Kunci Menuju Kesuksesan

Wisuda Unas Pasim, Kunci Menuju Kesuksesan
Sidang Terbuka Unas Pasim

INILAH, Bandung - Bertempat di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Rabu (24/4/2019), Universitas Nasional Pasim Bandung menyelenggarakan Sidang Terbuka Senat Universitas Nasional Pasim XIX.

Agenda utamanya adalah pelantikan (wisuda) para sarjana dan ahli madya dari 10 program studi yang ada di Universitas Nasional Pasim (Unas Pasim). Sebanyak 490 orang wisudawan dengan wajah semringah didampingi orang tua dan sanak keluarga memenuhi ruangan Gedung Sabuga yang berkapasitas 2.000 orang.

Acara dimulai pada pukul 08.15 WIB ditandai dengan masuknya Senat Universitas Nasional Pasim  diiringi dengan lagu Mars Unas Pasim. Dilanjutkan dengan lantunan ayat suci Alquran dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Ketua Senat Unas Pasim A Hafiz Tanjung membuka dengan resmi sidang terbuka. Kemudian, Sekretaris Senat Unas Pasim Desfitriady membacakan Surat Keputusan Rektor tentang Kelulusan pada wisuda tahun akademik 2018/2019.

Surat keputusan ini sebagai dasar hukum dan pijakan bagi mereka yang dilantik untuk menyematkan gelar Sarjana dan Ahli Madya di belakang nama mereka.

Rektor Unas Pasim Eko Travada pada kesempatan itu menyampaikan, kemajuan-kemajuan yang telah dicapai, terutama satu tahun belakangan ini dan tantangan yang akan di hadapi para wisudawan pada era industri 4.0.

Selanjutnya, Kepala LLDIKTI Wilayah 4 yang diwakili oleh Sekretaris Pelaksana, Dharnita Chandra, memberikan sambutan terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pengajaran, Penelitian, Pengabdian Masyarakat).

Di samping itu, juga banyaknya hibah yang siap digelontorkan untuk para civitas akademika dan beasiswa bagi mahasiswa dan dosen yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Setelah itu, Rektor Unas Pasim membacakan teks pelantikan dan diikuti pemberian ijazah kepada para wisudawan. Ada 490 wisudawan yang dilantik pada Sidang Senat Terbuka kali ini, terdiri dari 449 sarjana dan 41 ahli madya.

Selesai pelantikan, semua wisudawan mengucapkan janji lulusan Unas Pasim untuk mengabdikan dan mengamalkan ilmu pengetahuan yang mereka peroleh bagi kemajuan Bangsa Indonesia.

Sementara itu, untuk lulusan Sarjana Psikologi, mereka juga harus mengucapkan janji yang menjunjung norma dan etika psikologi dan penggunaan alat-alat psikologi harus ada supervisi psikolog.

Pada momen ini, diberikan penghargaan kepada alumni yang berprestasi, dosen muda berprestasi, dosen yang telah mendapatkan sertifikasi dosen nasional, penghargaan kepada dosen yang meninggal ketika masih membina mata kuliah.

Ada pula alumni berprestasi dengan IPK tertinggi di program studinya, seperti Ilfa Sri Desy dengan IPK 3,97 dari Prodi Manajemen Informatika; Rika Dwi Andiany IPK 3,69 dari Prodi Manajemen; Maria Ulfa Zaelani IPK 3,81 dari Prodi Akuntansi; Nunur Nuraeni IPK 3,87 dari Prodi Teknik Informatika.

Supriyanto IPK 3,86 dari Prodi Psikologi; Endah Nur Safariyah IPK 3,68 dari Prodi Sastra Jepang, Ridhan Riko Rahmawan IPK 3,86 dari Prodi Bahasa Inggris.

Kemudian, dosen muda berprestasi adalah Erna Hikmawati, untuk dosen tersertifikasi dosen nasional adalah Arni dari prodi Bahasa Inggris.

Sedangkan penghargaan kepada dosen yang meninggal ketika masih membina mata kuliah adalah almarhum Budiman Witarsa dari Prodi Akuntansi dan almarhum Sudharsono dari Prodi Psikologi dan penghargaan berupa tali kasih ini diserahkan oleh Ketua YPKKPB kepada keluarga almarhum.

Sebelum doa dan penutupan, Ketua YPKKPB Hj Poppy R memberikan pesan dalam sambutannya agar para wisudawan bisa mempertanggungjawabkan gelar yang sudah didapat, menjaga nama baik almamater serta pembuktian ilmu pengetahuan yang didapat kepada masyarakat.