Kembalikan Kejayaan Maluku Utara melalui Pendidikan dan Kebudayaan

Kembalikan Kejayaan Maluku Utara melalui Pendidikan dan Kebudayaan

INILAH, Ternate - Sejarah Maluku Utara baik di bidang pendidikan, kebudayaan, dan ekonomi yang gemilang pada masa lalu merupakan bukti bahwa Nusantara pernah memiliki kedudukan yang terhormat di mata dunia. 

Hal ini tentu saja tidak terlepas dari etos budaya Maluku yang kuat dan kokoh. Sehingga, meskipun telah tiga kali dipengaruhi bangsa asing, yakni Spanyol, Portugal, dan Belanda, namun budaya Maluku tetap mengakar sampai saat ini. 

Staf Ahli Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Inovasi dan Daya Saing, Ananto Kusuma Seta mengatakan, akar budaya yang kuat merupakan modal besar bagi masyarakat dan pemerintah untuk menanamkan pendidikan yang kuat kepada generasi penerus. 

Dia menjelaskan pendidikan dan kebudayaan tidak bisa terpisah satu sama lain. Sebab, keduanya merupakan fondasi yang saling menguatkan. Jika kebudayaan tidak dididikkan kepada anak muda, maka mereka tidak akan memiliki jati diri. 

"Maluku meskipun sudah tiga kali didatangi bangsa asing, namun budaya Maluku masih tetap kuat. Contoh sederhana, nama-nama warga tidak berubah. Berbeda dengan Filipina yang nama-namanya sudah banyak berubah," kata Ananto dalam pembukaan Gebyar Hardiknas di Benteng Oranye, Ternate, Maluku Utara, Kamis (25/4/2019).

Dia melanjutkan, dahulu Maluku Utara pernah melahirkan para ulama generasi emas yang berjasa dalam bidang pendidikan tidak hanya di Nusantara, tetapi juga sampai ke negeri orang. 

Ananto berharap melalui pendidikan kebudayaan dan membudayakan pendidikan saat ini, Maluku dapat kembali menghadirkan kegemilangannya.

Maka dari itu, dia mengajak kepada seluruh pemangku kepentingan termasuk masyarakat Maluku untuk terlibat dalam peningkatan kualitas pendidikan dan kebudayaan seperti dulu kala. 

Dia menjelaskan ada tiga tujuan pendidikan yang harus dicapai yakni pertama untuk memahamkan anak tentang siapa dirinya, hal ini harus ditanamkan sejak usia dini. 

Kemudian yang kedua memahamkan kepada mereka terkait tanggung jawabnya kepada lingkungan. Sedangkan tujuan yang ketiga yaitu pendidikan harus mampu mengantarkan siswa untuk mengukir karya. 

Dia yakin Maluku Utara dapat mengembalikan kejayaan masa lalu kepada generasi saat ini dan di masa yang akan datang sebab sudah ditopang dengan berbagai modal mulai dari sumber daya alam, kebijakan pemerintah di sektor pendidikan, dan keragaman budaya yang sangat kaya. 

"Maluku Utara sudah pernah menunjukkannya, dahulu dunia melirik kita karena kita punya rempah. Pendidikan harus mampu mengembalikan kita untuk menggenggam dunia melalui potensi kemampuan diri sendiri," pungkas Ananto. (Daulat Fajar Yanuar)