Gedung Wakaf Daarut Tarbiyah Diresmikan

Gedung Wakaf Daarut Tarbiyah Diresmikan
Peresmian Graha Daarut Tarbiyah

Rombongan Santri Program Masa Keemasan (PMK) berbondong-bondong mendatangi Gedung Wakaf Daarut Tarbiyah di Jalan Gegerkalong Girang No 30, Isola, Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/4/2019).

Meski diguyur hujan, semangat mereka tak surut untuk menghadiri peresmian gedung yang merupakan aset Wakaf DT. Tidak hanya itu, sesepuh warga Gegerkalong, hingga RT/RW ikut dalam kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB itu.

Meski sakit, Aa Gym tetap meresmikan

Peresmian dilakukan oleh KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym), Pembina Wakaf DT, meski beliau tidak bisa hadir karena dalam kondisi sakit. Aa Gym meresmikan Gedung Wakaf Daarut Tarbiyah melalui telepon.

Sementara itu, gunting pita, salah satu penanda persemian dilakukan oleh Muhammad Iskandar, Direktur Utama sekaligus Nazhir Wakaf DT.

“Bangunan ini adalah amanah dari Allah Swt, supaya mengalirkan pahala kepada para sesepuh yang dahulu tinggal di tempat ini juga kepada para donatur dan muwakif, maka manfaatkanlah kesempatan dalam beramal dan modal untuk pulang nanti,” kata Aa Gym.

Iskandar mengatakan, bangunan ini dibangun kurang lebih satu tahun dua bulan. Dimulai sejak 2018, gedung ini sudah mendapatkan respons yang baik dari masyarakat sekitar dan jemaah. Bahkan ia bercerita bahwa ada sebagian santri PMK yang enggan pulang setelah mengikuti program PMK.

Di samping untuk mencari keberkahan, gedung ini juga dibangun untuk memuliakan para orang tua yang mengikuti program PMK. Maka, kata Iskandar, fasilitas yang terbaik disuguhkan untuk para santri PMK agar dalam menimba ilmu tingkat kenyamannya masih terjaga.

“Hanya ada dua bangunan yang pakai lift, di sini sama di masjid. Kami sengaja bangun lift karena ingin memuliakan para sepuh. Intinya itu, selain bermanfaat juga harus bisa memuliakan sesepuh sebagai orang tua kita,” tutur Aa Gym.

Dalam sambutannya, Iskandar menjelaskan, Gedung Wakaf Daarut Tarbiyah terdiri dari 4 lantai; basement terdiri dari dua kelas, lantai satu untuk area bisnis, lantai dua asrama PMK ibu-ibu, lantai tiga untuk alumni PMK, dan lantai empat untuk santri Akhlak Plus Wirausaha (APW).

“Terima kasih para muwakif dan ahli waris. Mudah-mudahan pahalanya ngalir pada ahli waris dan juga muwakif dan yang memakmurkannya,” kata Iskandar.

Manfaat gedung dirasakan

Selasa (23/4/2019), terlihat kegiatan belajar mengajar di Gedung Wakaf Daarut Tarbiyah, yang saat itu pematerinya Ustazah Khairati.

Pada kesempatan itu, ustazah mengisi materi tentang Taubat. Para santri PMK yang hadir saat itu terlihat sangat khidmat dan menikmati suasana kelas di gedung Wakaf Daarut Tarbiyah.

Wiwin, salah satunya santri PMK mengungkapkan, “Biasanya kita jalan dulu apabila menuju kelas tempat kita belajar yang kadang sangat jauh menurut kami yang sudah sepuh ini.

Tapi sekarang, Alhamdulillah, kami bisa dengan segera mengikuti pelajaran dan tidak usah jalan atau turun dari tangga lagi, sekarang tinggal naik lift saja sampai basement dan langsung deh depan kelas,” ujarnya.

Walaupun kelasnya berada di basement, suasanya sangat enak untuk belajar dan tidak panas, malah sejuk. Ini membuat para santri PMK belajar semakin terasa khidmat.

Menurut Wiwin, terkadang waktu berjalan dengan sangat cepat bila belajar mengajar sedang berlangsung. Hal itu, lanjut Wiwin, menunjukkan pemanfaatan gedung ini sangat maksimal dan produktif.

Selain Wiwin, ada juga Ahmad. Ia mengungkapkan, “Alhamdulilah, sekarang kelas sangat dekat dengan kamar kami, sehingga bila ada yang tertinggal atau salah memakai baju kita bisa kembali dengan cepat, maklum kami sudah banyak lupanya terkadang hal kecil sering kita terlupa, pernah juga saya sediri saat awal jadi santri PMK lupa tidak membawa alat tulis serasa jadi jemaah biasa,” katanya dengan tersenyum. (Elga/Toni)