Terungkap...Jose Mourinho 'Pembunuh Berdarah Panas' di Real Madrid

Terungkap...Jose Mourinho 'Pembunuh Berdarah Panas' di Real Madrid

INILAH, Madrid - Mantan penyerang Real Madrid, Emmanuel Adebayor buka-bukaan soal kelakuan buruk Jose Mourinho. Dia mengibaratkan sang pelatih "membunuh semua orang" di klub raksasa Spanyol itu.

Siapapun, sebut penyerang asal Togo yang pernah membela Arsenal dan AC Milan itu, menjadi sasaran kemarahan Jose Mourinho di ruang ganti pakaian. Tak ada yang istimewa, bahkan termasuk Cristiano Ronaldo.

Emmanuel Adebayor bergabung bersama Real Madrid hanya untuk setengah musim, yakni pada paruh musim kedua 2010-2011. Dia bergabung di Santiago Bernabeu dalam kapasitas pemain pinjaman. Saat itu, Jose Mourinho adalah pelatih di Real Madrid.

Dia pun buka-bukaan soal apa yang terjadi di ruang ganti pakaian Real Madrtd. Dia melihat bagaimana Jose Mourinho mengeluarkan rasa frustrasinya terhadap salah satu pemain terbaik dunia itu.

"Di Real Madrid, kami pernah unggul 3-0 di babak pertama. (Mourinho) masuk ke ruang ganti pakaian dan menunjukkan kemarahan. Dia tendang kulkas, dia tendang televisi, dia lempar (botol) air. Dia membunuh semua orang. Saya ingat dia sekali waktu membunuh Ronaldo setelah dia mencetak hattrick," sebutnya.

Kepada Ronaldo, begitu Emmanuel Adebayor, Jose Mourinho bilang semua orang mengatakan dia pemain terbaik di dunia, tapi malah menunjukkan permainan yang buruk. "Tunjukkan ke saya kamulah yang terbaik. Cristiano menjawabnya. Ronaldo mencetak hattrick, tapi dia (Mourinho) hanya bicara soal satu peluang yang gagal dimanfaatkan," tambahnya pula.

Adebayor juga berkisah tentang latihan keras yang dilakukan Ronaldo di kamp latihan Real Madrid. "Dia berlatih bersama kami di Real Madrid sekuat dia berlatih dengan anak-anaknya. Dia mengumpan dengan punggungnya, mengontrol bola dengan lehernya. Sekali waktu dia menjaga bola lima detik dengan satu sentuhan," ujarnya.

Di gym pun, Ronaldo menurutnya luar biasa. "Sergio Rampos dan saya adalah yang paling kuat.Tapi kemudian datang Ronaldo. Dia bilang, 'kalian pikir itu sudah keras'? Kami melakukannya lima kali, dia melakukan 30 kali," katanya.