Gerkatin Jabar Dorong Kesetaraan Tunarungu

Gerkatin Jabar Dorong Kesetaraan Tunarungu
Rianto Nurdiansyah

INILAH, Bandung- Kesetaraan penyandang tunarungu belum terjadi, tak terkecuali untuk bidang pekerjaan. Adakah solusinya?

Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Jawa Barat mencoba menyodorkan satu solusi. Mereka ingin mendorong masyarakat yang mengalami kekurangan atau kehilangan kemampuan mendengar agar memiliki kesetaraan di berbagai bidang.

Hal Itu sesuai dengan tema pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-24, yakni 'Aku dan Kamu Setara'.

"Untuk teman tunarungu yang di luar juga masih banyak kesulitan mendaftar pekerjaan, masih banyak yang nolak teman-teman ketika daftar kerjaan," ujar Ketua Panitia HUT Gerkatin ke-24 Nurul Afifah di Gedung Sate, Kota Bandung, Minggu (28/4/2019).

Menurut dia, sejauh ini belum ada tempat kerja yang aksesibel pada penyandang tunarungu, khususnya di Jabar. Misalnya saja taklala daftar untuk pelatihan kerja, mayoritas tidak diberikan pendampingan guru bahasa isyarat. 

"Jadi belum ada akses kita untuk memahami informasi kerjanya untuk pahami pendaftaran cara kerjanya, aksesnya belum ada sama sekali," katanya.

Tak jarang pula penyandang tunarungu mendapat deskriminasi di tempat kerjanya. Hal tersebut kadang kala terjadi diakibatkan oleh adanya miskomunikasi. Sabagai alternatifnya, melakukan bisnis dinilai paling cocok bagi penyandang tunarungu. 

"Teman saya sempet magang di Alfamart, banyak mendapat diskriminasi, karena kesulitan komunikasi, sehingga teman saya menyerah magang di sana," katanya. 

Disinggung soal Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil apakah telah melakukan upaya menyetarakan penyandang tunarungu, Nurul menilai, sejauh ini sudah menunjukan hal tersebut. Di mana ada dua temannya yang mendapat kesempatan sebagai ajudan gubenur. 

"Mereka coba daftar ajudan gubernur ternyata keterima dan itu kesempatan luar biasa. Ini membuktikan bahwa temen tuli kalau diberikan kesempatan itu bisa seperti orang dengar. Ini sesuai dengan tema kami, aku dan kamu setara," paparnya.

Lebih lanjut, dia katakan, pada hari jadi kali ini pihaknya menggelar beberapa kegiatan, di antaranya taklshow pendidikan dan ketenagakerjaan. Selain itu, ada pula bazzar produk usaha difabel. Adapun jumlah peserta yang ikut, kurang lebih 150 orang 

"Harapannya menjelaskan ke teman dengar bahwa tuli juga punya kemampuan, bukan berarti kami punya kemampuan tapi langsung dicap kami tidak bisa, kami punya kemampuan," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)