Mahasiswa Telkom University Gelar Tradisional Ride Class 2019

Mahasiswa Telkom University Gelar Tradisional Ride Class 2019
Bazar Telkom University

INILAH, Bandung - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Telkom University memiliki misi untuk mengembangkan jiwa entrepreneurship bagi mahasiswa yang diwujudkan melalui pendidikan kewirausahaan. 

Prodi Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika (MBTI) yang berada di bawah naungan FEB setiap tahunnya mengadakan kegiatan-kegiatan yang dapat mendukung pendidikan kewirausahaan salah satunya melalui expo (bazar).

Pada prodi MBTI sendiri terdapat dua mata kuliah kewirausahaan wajib yaitu kewirausahaan dan proyek kewirausahaan. Setiap mata kuliah memiliki output tertentu yang menjadi indikator penilaian dalam penentuan keberhasilan perkuliahan tersebut. 

Untuk perkuliahan proyek kewirausahaan kegiatan expo ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Telkom University khususnya oleh prodi Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika (MBTI). 

Ketua Expo 2019, Sisca Eka Fitria tahun ini bekerja sama dengan Transmart Carrefour Buahbatu mengusung tema Traditional Ride Class. Tahun lalu kegiatan expo diadakan melalui kerja sama yang dilakukan oleh Transmart Carrefour Buahbatu dengan tema Youngpreneur Go To Market. 

Tema ini dipilih dalam rangka pengembangan rasa bangga, meningkatkan minat dan kepedulian generasi milenial untuk melestarikan budaya-budaya tradisional yang ada dari seluruh Indonesia

"Nilainya dari segi kerapian, ada beberapa produk mereka mampu berkolaborasi enggak dengan tema yang sama. Mereka mampu enggak merangkul konsumen yang ada di sini mau membeli produk mereka. Mereka mampu gak berkomunikasi dengan mahasiswa," kata Dosen Sisca, Minggu (28/4/2019).

Dia menambahkan, Budaya Indonesia merupakan jati diri dan representasi identitas bangsa yang mulai ditinggalkan oleh generasi milenial. Ketika seharusnya nilai-nilai budaya dapat menjadi acuan dalam tata pergaulan, generasi milenial sibuk mencari identitas sendiri melalui budaya luar. 

"Karena kebanyakan pada umumnya anak-anak milenial tentang produk tradisional enggak bisa jawab. Diharapkan mereka mempelajarinya, mau tidak mau produk tradisional daerah tertentu dan mereka mengangkatnya dengan nilai jual," tambahnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 114 merek produk, yang terdiri dari outwear, kaos, aksesoris fesyen, tas, pengharum ruangan, parfum badan, kosmetik dan kuliner yang memadukan unsur tradisional dan modern seperti produk-produk fusion food.

"Ada tiga produk, parfum mereka mengambil esensi dari Jawa, kue klepon isinya cokelat ada juga klepon goreng ada sesuatu yang ditambahkan lagi, terakhir kaos," ucapnya

Melalui praktik riil Proyek Kewirausahaan ini, diharapkan mahasiswa dapat menjadi promotor bagi budaya-budaya yang ada di Indonesia dengan memadukan unsur tradisional dan modern serta mewujudkannya menjadi suatu produk yang memiliki nilai jual bagi target pasar mereka. 

"Mahasiswa diharapkan ketemu langsung dengan konsumen selain mereka temuin di wilayah kampus," pungkasnya. (Okky Adiana).

Loading...