Mahasiswa Bersyukur Ketua PN Cibinong Dicopot dari Jabatannya

Mahasiswa Bersyukur Ketua PN Cibinong Dicopot dari Jabatannya
net/ilustrasi

INILAH, Bandung-BEM KM Universitas Djuanda bersyukur  Mahkamah Agung menjatuhkan sanksi kepada para hakim dan Ketua Pengadilan Negeri I A Cibinong yang membebaskan pelaku pencabulan  dua anak berinisial YA dan AD.

Tiga orang hakim berinsial MAA, CG dan RAR berikut Ketua Pengadilan Negeri I A Cibinong LJ diberikan sanksi pembinaan dari Pengadilan Tinggi Bandung berdasarkan maklumat Ketua Mahkamah Agung nomor 01/Maklumat/KMA/IX/2017, bahkan akibat dianggap lalai dalam pembinaan dan pengawasan anak buahnya LJ dicopot dari jabatannya.

"Kami bersyukur atas keputusan Mahkamah Agung yang mengabulkan desakan kami sebelumnya untuk memecat atau mencopot jabatan hakim MAA, ini bahkan disertai pencopotan Ketua Pengadilan Negeri I A Cibinong dan sanksi kepada  dua hakim lainnya," ujar Ketua BEM KM Universitas Juanda Muhammad Arifin kepada wartawan, Selasa (30/4).

Menurutnya, pencopotan LJ dari jabatannya sebagai Ketua Pengadilan Negeri I A Cibinong langsung diganti oleh penggantinya di Pengadilan Tinggi Bandung.

"Kabarnya pelantikan Ketua Pengadilan Negeri I A Cibinong yang baru akan dilantik Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Bandung hari ini," tambahnya.

Sebelumnya BEM KM Universitas Juanda melakukan aksi solidaritas di depan Pengadilan Negeri I A Cibinong karena pada Jumat (25/4) lalu mereka memutus bebas murni terdakwa HI (41 tahun) dari tuntutan 14 tahun penjara.

Menanggapi keputusan bebas murni tersebut, Kasie Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor Reggie Komara menyatakan jajarannya akan melakukan kasasi ke Mahkamah Agung.

"Karena keputusan hakim tidak sesuai dengan yang kami harapkan, maka atas keputusan tersebut kami akan ajukan Kasasi ke Mahkamah Agung sebagai upaya perlawanan hukum," tukas Reggie. (Reza Zurifwan)