Begini Penangkapan Bupati Talaud yang Cantik dan Sederet Barang Mewahnya

Begini Penangkapan Bupati Talaud yang Cantik dan Sederet Barang Mewahnya
Foto: Net

INILAH, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sri Wahyumi Maria Manalip, tim sukses Sri Wahyumi bernama Benhur Lalenoh dan seorang pengusaha Bernard Hanafi Kalalo sebagai tersangka suap pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Talaud tahun anggaran 2019.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menceritakan bagaimana proses penangkapan sang bupati cantik tersebut beserta sederet barang mewah.

OTT terhadap Sri Wahyumi ini bermula saat Bernard bersama anaknya membeli sejumlah barang mewah di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta pada Minggu malam. Saat itu, Bernard dan anaknya membeli dua tas, satu jam tangan dan seperangkat perhiasan berlian. Secara total, Bernard merogoh kocek sekitar Rp 463.855.000 untuk membayar barang-barang mewah tersebut.

Setelah itu, terjadi komunikasi-komunikasi antara para pihak terkait untuk menyerahkan barang-barang mewah tersebut kepada Sri Wahyumi bertepatan dengan hari ulang tahunnya.

Sebelum barang-barang tersebut dibawa ke Talaud dan diserahkan ke Sri Wahyumi, tim Satgas KPK bergerak dan menangkap Benhul, sopirnya serta Bernard di sebuah hotel Jakarta pada Senin (29/4/2019).

Saat penangkapan tersebut, tim Satgas KPK juga turut mengamankan barang-barang mewah yang diduga merupakan fee proyek untuk Sri Wahyumi. Tim juga mengamankan anak Bernard di sebuah apartemen di Jakarta pada Selasa (30/4/2018) pagi.

Pada hari yang sama, tim Satgas KPK mengamankan seorang Kelompok Kerja (Pokja) bernama Ariston Sasoeng dan mengamankan uang tunai sekitar Rp 50 juta di Manado. Tak berselang lama, tim Satgas KPK pun menangkap Sri Wahyumi di Kantor Bupati.

"Melalui jalur udara ASO (Ariston Sasoeng) dan SWM (Sri Wahyumi) diterbangkan ke Jakarta oleh tim terpisah. Tim yang membawa SWM mendarat di bandara Jakarta sekitar pukul 18.30 WIB kemudian dibawa ke kantor KPK untuk proses lebih lanjut," ujarnya.

Sri Wahyumi melalui Benhul diduga menerima suap dari Bernard terkait sejumlah proyek di Kabupaten Talaud, seperti proyek revitalisasi Pasar Lirung dan Pasar Beo.

Tak hanya uang tunai, Sri Wahyumi diduga menerima suap berupa barang-barang mewah. Saat OTT terhadap sejumlah pihak, KPK menyita jam tangan mewah hingga perhiasan dengan total senilai lebih dari Rp 500 juta.

Barang bukti yang diamankan antara lain handbag Channel seharga Rp 97.360.000; tas Balenciaga Rp 32.995.000; jam tangan Rolex Rp 224.500.000; anting berlian Adelle Rp 32.075.000; cincin berlian Adelle Rp 76.925.000 dan uang tunai sebesar Rp 50.000.000. (INILAHCOM)