Jersey Persib Bak Papan Iklan Berjalan

Jersey Persib Bak Papan Iklan Berjalan
Banyak sponsor yang menempel di jersey Persib Bandung untuk Liga 1 Indonesia 2019. (Muhammad Ginanjar)

INILAH, Bandung - Jersey Persib Bandung musim 2019 bak papan iklan. Banyak sponsor yang menempel di jersey tim berjulukan Maung Bandung itu. 

Untuk bagian depan saja, jumlah sponsor yang menempel di jersey Persib sebanyak sembilan. Itu terjadi setelah Halodoc memberanikan diri bekerjasama dengan Persib Bandung.

Aplikasi layanan kesehatan berbasis online ini akan terlihat di bagian depan jersey yang melekat tepat di bawah merk apparel Persib, Sportama.

Komisaris Utama Persib Bandung Bermatabat (PBB), Zaenuri Hasyim mengatakan bahwa Halodoc adalah sponsor ke-17 Persib Bandung. Tentu, kehadirannya diharapkan mendongkrak motivasi pemain untuk bisa bermain maksimal. 

"Menurut saya, ini pilihan pintar dan cerdas Halodoc untuk menjadi sponsor Persib. Karena Persib tim besar yang punya nama dan memiliki suporter yang jumlahnya paling banyak dibandingkan tim lainnya. Bobotoh selalu ada dari Jawa Barat sampai Banten," ujar Zaenuri dalam press conference di Graha Persib, Jalan Sulanjana, Kota Bandung, Kamis (2/5/2019).

Sementara itu, Felicia Kawilarang selaku Vice President Marketing Halodoc tak memungkiri kerjasama yang dilakukan karena Persib memiliki ribuan hingga jutaan suporter fanatik. Alhasil, kerjasama pun berlangsung hingga tiga musim.

"Kita sudah tiga tahun fokus Jabodetabek. Sekarang kita merangkul Jabar. Dan yang paling pas untuk merangkulnya dengan bekerjasama dengan Persib," tegas Felicia.

Halodoc sendiri merupakan platform layanan aplikasi kesehatan berbasis online yang dapat menghubungkan pengguna ke lebih dari 20 ribu dokter berlisensi di Indonesia.

Pengguna dapat melakukan pemesanan obat melalui aplikasi Halodoc di 1.500 apotek rekanan melalui fitur beli obat. Obat dapat diantar dalam waktu kurang dari 1 jam. 

Untuk memudahkan pemeriksaan kesehatan, Halodoc menyediakan fitur Cek Laboratorium yang dapat dilakukan di rumah.(Muhammad Ginanjar)