Tiga Kecamatan Terendam Banjir, Jalur Bojongsoang Macet Parah

Tiga Kecamatan Terendam Banjir, Jalur Bojongsoang Macet Parah
Antrean kendaraan mengular di jalur Bojongsoang, imbas dari banjir di tiga kecamatan
INILAH, Bandung - Ribuan kendaraan di ruas Jalan Raya Bojongsoang-Buahbatu terejebak macet sejak subuh tadi. Banjir yang masih merendam sebagian wilayah Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang, memaksa para pengguna jalan untuk memilih Jalan Raya Bojongsoang-Buahbatu karena mengira jalan tersebut tak tergenang air.
 
Berdasarkan pantauan sekitar pukul 10.25 WIB di Jembatan Citarum Bojongsoang, ribuan kendaraan roda dua, roda empat hingga lebih terjebak kemacetan panjang. Hal ini terjadi karena genangan air dari luapan Sungai Citarum di beberapa ruas Jalan Raya Bojongsoang setelah jembatan Citarum.
 
"Saya terjebak macet sejak tadi jam 05.00 WIB, macet parah sampai mengular ke depan. Enggak tahu mau sampai kapan macetnya," kata Ade Juanedi (45), seorang pengemudi angkutan umum elf jurusan Majalaya-Bandung, yang tengah menanti antrean di Jembatan Citarum, Senin (12/11/2018).
 
Menurut Ade, kemacetan panjang memang rutin terjadi di pagi dan sore sepanjang jalan itu saat musim hujan. Banyak pengemudi kendaraan yang memilih jalan tersebut karena dianggap lebih aman ketimbang melalui Baleendah dan Dayeuhkolot.
 
"Setiap musim hujan yah seperti ini, Jalan Raya Bojongsoang-Buahbatu selalu menjadi tujuan pengguna jalan yang hendak ke Kota Bandung atau sebaliknya,"ujarnya.
 
Selain menyebabkan kemacetan panjang, banjir luapan Sungai Citarum juga terlihat merencam beberapa rumah warga di Kampung Cigebar Desa/Kecamatan Bojongsoang. Genangan air setinggi kurang lebih 40 cm merendam permukiman warga.
 
"Kalau beberapa hari lalu di tempat lain sudah terendam banjir, kami disini belum terendam. Nah hujan deras yang terjadi sepanjang malam tadi air juga masuk ke rumah kami, tuh lihat saja permukaan Sungai Citarum sudah rata sama jalan,"ujar Imas Masitoh (28) salah seorang warga Cigebar.
 
Imas melanjutkan, sebenarnya banjir di kampungnya itu terbilang belum mencapai puncaknya. Sehingga, dia warga lainnya masih tetap di rumahnya masing masing. "Kalau banjir sudah diatas satu meter, pasti kami juga mengungsi,"katanya.