Pesan Ramadan, MUI: Belanja Harus Terukur, Jangan Mubazir

Pesan Ramadan, MUI: Belanja Harus Terukur, Jangan Mubazir
INILAH, Bandung-Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat (Jabar) KH Rahmat Syafei mengaimbau masyarkat agar menahan diri dalam membeli sejumlah barang selama Ramadan. Terlebih, dia katakan, subtansi puasa yang paling tinggi yaitu mampu menahan diri kepada hal yang tidak baik atau dilarang oleh agama./net

INILAH, Bandung-Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat (Jabar) KH Rahmat Syafei mengaimbau masyarkat agar menahan diri dalam membeli sejumlah barang selama Ramadan. Terlebih, dia katakan, subtansi puasa yang paling tinggi yaitu mampu menahan diri kepada hal yang tidak baik atau dilarang oleh agama.

"Mengimbau kepada masyarakat yang pertama berkaitan dengan Ramadan itu dalam menggunakan harta dan membelanjakan itu harus terukur jangan sampai mubazir," ujar Rahmat Syafei usai menghadiri Forum Ulama se-Jawa Barat di Kantor Perwakilan BI Provinsi Jabar, Jalan Braga, Kota Bandung, Jumat (3/5/3019).

Selain itu, dia juga mengimbau kepada masyarakat khususnya yang beragama Islam agar tidak melalakukan tindakan yang mengganggu ketenangan. Namun harus turut menjadikan bulan Ramadan ini sebagai bulan yang penuh ketenangan. 

"Kita harus membuat membantu untuk masyarakat supaya tenang dan senang dalam melaksanakan ibadah puasa itu," katanya.

Dia katakan, kuncinya yaitu dengan melaksanakan nilai ketakwaan. Dengan mengikuti ajaran agama, dia sampaikan, dipastikan akan mendapatkan pahala dan sesuatu hal yang memberikan nilai positif. Hal tersebut dapat dicapai dengan aktivitas puasa selama bulan ramandan.

"Puasa maknanya menahan diri dari segala hal yang dilarang oleh agama, segala hal yang mempunyai pengaruh jelek terhadap diri dan lingkungannya," pungkasnya. (Rianto Nurdiansyah)