Pramuka dan Pemkab Bandung Ajak Masyarakat Jaga Alam

Pramuka dan Pemkab Bandung Ajak Masyarakat Jaga Alam
Gerakan Bulan Menanam di Kabupaten Bandung. (istimewa)

INILAH, Soreang - Gerakan Bulan Menanam yang digaungkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung sejak awal Tahun 2019, terus berlanjut.

Kali ini dilakukan di empat lokasi berbeda, yaitu di Desa Sukarame, Kecamatan Pacet, Desa Cibeureum dan Cikembang, Kecamatan Kertasari, dan Desa Sadu Kecamatan Soreang.

Menggandeng Pramuka, yang mendapat bibit pohon dari Corporate Social Responsibility (CSR) Bank BJB, gerakan menanam di Desa Sukarame diberi nama Gerakan Aksi untuk Lingkungan (GAUL).

GAUL yang dilakukan pada Sabtu beberapa waktu lalu, melibatkan Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Bandung, 31 Kwartir Ranting (Kwarran), komunitas Kampung Sabilulungan Bersih (Saber), dan Badega (pelayan) lingkungan serta warga setempat.

Bupati Bandung Dadang M Naser yang juga turut melakukan aksi penanaman tersebut mengatakan, keterlibatan gerakan pramuka adalah sebagai upaya pemkab dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian alam.

“Hari ini kita rangkul Pramuka dengan GAULnya, bersama CSR Bank BJB, kita sama-sama mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga alam. Alhamdulillah warga bersama kepala desa (kades) Sukarame ini memiliki kesadaran untuk menanam sebagian lahan mereka dengan pohon keras. Jadi tidak semuanya ditanami sayuran,” ucap Dadang Naser.

Kerusakan alam yang tengah terjadi di muka bumi, kata dia, salah satunya diakibatkan ulah tangan manusia. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperbaiki sifat-sifat serakah yang ada pada diri manusia.

Pola tanam yang baik, apalagi di kemiringan lebih dari 30 derajat, akan mengurangi risiko bencana terutama tanah longsor. Dirinya juga mengingatkan warga petani, untuk lebih bijaksana dan bersahabat dengan alam.

“Dengan menata sabuk gunung berupa pohon kaliandra, atau pohon keras lainnya, tentu akan mengurangi risiko tanah bergerak atau longsor. Selain itu pada musim penghujan, pohon-pohon keras sangat bermanfaat sebagai cadangan air untuk musim kemarau,” imbuhnya.

Menanam pohon jenis kaliandra, terang Dadang Naser, juga memberikan manfaat ekonomis bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, bagian-bagian dari pohon tersebut dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal.

“Mulai dari daunnya, bisa digunakan sebagai pakan ternak jenis apapun, sapi, domba, kelinci bahkan ikan. Bunganya baik untuk ternak lebah madu, apalagi lahan di Kabupaten Bandung sangat cocok untuk pengembangan ternak lebah madu. Suatu saat kita hadirkan bibit lebah madu nyiruan, sekaligus sebagai upaya membatasi impor madu,” tutur Dadang Naser.

Pada bagian ranting, warga dapat menjualnya ke pabrik yang membutuhkan briket berbasis kayu. “Briket jenis ini sebagai solusi untuk kepentingan energi yang terbarukan. Banyak hal yang mesti kita putar, untuk membuat ekonomi rakyat Kabupaten Bandung tambah menguat,” tutup Dadang.

Kepala DLH Kabupaten Bandung Asep Kusumah menambahkan, dalam gerakan kali ini ditanam berbagai macam jenis pohon yang merupakan CSR Bank BJB untuk Kwarcab Kabupaten Bandung.

Desa Sukarame Pacet, Desa Cibeureum dan Cikembang Kertasari, ditanami 300 pohon manggis, 250 kina, 700 jengkol, 500 nangka dan 500 kopi. Sedangkan di Desa Sadu Soreang ditanami 50 pohon jambu jamaika (jambu mojang).

“Dengan ragam jenis pohon ini, mudah-mudahan ke depannya akan terbentuk kampung konservasi tematik,  yang nanti disesuaikan jenis pohon apa yang cocok ditanam di wilayah tersebut,” terang Kepala DLH.

Untuk penanaman 50 pohon jambu jamaika, lanjut Asep Kusumah, bupati melakukannya bersama-sama DLH disela-sela kegiatan Fun Bike pada Minggu (28/4/2019). “Gerakan menanam pohon ini akan terus dilakukan pemerintah bersama komunitas dan masyarakat, sebagai upaya menjaga kelestarian alam di lingkungannya masing-masing,” pungkas Asep Kusumah.