Inovasi Pangan B2SA melalui Lomba Cipta Menu

Inovasi Pangan B2SA melalui Lomba Cipta Menu
Lomba Cipta Menu di Kabupaten Bandung. (istimewa)

INILAH, Soreang - Lomba cipta menu turut mendorong adanya kreasi dan inovasi olahan pangan lokal, untuk konsumsi sehat seluruh anggota keluarga melalui pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman (B2SA).

Hal tersebut dikatakan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bandung Kurnia Agustina Dadang M Naser usai acara lomba cipta menu bertepatan dengan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-47 tingkat Kabupaten Bandung yang digelar di Gedung Dewi Sartika Soreang, Jumat yang lalu.

“Giat ini harus menghadirkan inovasi terbaru bagi olahan pangan sehat, yang nantinya dikonsumsi keluarga. Lomba cipta menu yang dilaksanakan, bukan hanya peringatan HKG PKK saja, melainkan untuk terciptanya pangan lokal bergizi seimbang, aman dan menggugah selera untuk keluarga sehari-hari,” ucap Kurnia Agustina.

Sebagai salah satu dari 10 program PKK lanjutnya, program ini menjadi prioritas utama karena dengan konsumsi pangan yang bermutu akan mendukung kesehatan keluarga. Maka akan memperoleh sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu berdaya saing. 

“Lomba cipta menu kali ini merupakan ajang pembuktian, seberapa pandaikah peserta yang kesehariannya terbiasa dengan HATINYA PKK (Halaman Asri Teratur, Indah, dan Nyaman), menanam Toga (tanaman obat keluarga), bisa memetik manfaat dari hasil kebun yang diolah bersama dengan bahan pangan lainnya, sehingga menghasilkan menu yang enak, bergizi dan menyehatkan keluarga,” paparnya.

Bahan dasar ikan patin, menjadi olahan dalam lomba cipta menu kali ini. Kurnia Agustina memuji, kepada para peserta yang berani mencampurkan bahan-bahan yang tidak lazim, dalam menciptakan olahan menu berbahan ikan patin. Apalagi  selama ini ikan patin kurang diminati beberapa kalangan. 

“Saya acungin jempol, keberanian peserta mencampurkan bahan yang tak lazim yang diolah bersama patin. Contohnya menu puding ikan patin, dalam bayangan kita puding biasanya kan manis, kenyal segar. Nah kali ini rasanya enak dan tidak berbau amis, tentu saja butuh kepiawaian dan ketepatan takaran dalam mengolahnya. Lalu kue kering berbahan patin dan cilok ikan, saya yakin anak-anak akan suka,” ujar Teh Nia sapaan akrabnya.

Dia berharap, dari agenda lomba cipta menu yang dilakukan secara rutin, ada sisi edukasi untuk para ibu sebagai ujung tombak keluarga. “Ketika diadakan lomba, akan lahir unsur estetis, edukatif soal inovasi olahan pangan yang bergizi, dengan penyajian yang menarik dan enak dirasa. Mudah-mudahan bisa menginspirasi seluruh keluarga,” kata dia.

Pada kesempatan itu, lanjutnya lomba cipta menu melibatkan kader PKK dari 31 Kecamatan. Dengan kategori  kelompok cipta menu etnik, B2SA dan Kelompok Cipta Menu Olahan Ikan Patin.

Sebagai bentuk apresiasi bagi peserta, Teh Nia berharap pula, agar dari lomba tersebut akan membuka peluang  serta turut mengembangkan sumber daya alam serta memasyarakatkan budaya makanan dari olahan ikan. Jadi, terciptanya varian menu dengan keanekaragaman olahan pangan lokal tersebut, ke depanya bisa dimanfaatkan untuk peningkatan ekonomi.

“Di samping itu, akan muncul pula keanekaragaman produk makanan yang khas dari setiap daerah, ini harus bisa berdaya ekonomi bagi masyarakat sekitar, supaya dikenal ke daerah lain tentunya perlu bantuan berbagai pihak termasuk dari pemerintah daerah," jelasnya.

Dia menambahkan tujuan dari acara tersebut adalah untuk meningkatkan motivasi, semangat, dan kesadaran kader TP PKK dan masyarakat untuk lebih mengetahui, menginginkan dan mampu melaksanakan program-program PKK serta terus aktif mendukung kegiatan PKK di Kabupaten Bandung. 

“Bersama para juri, saya mendorong agar menu bergizi ini bisa masuk dalam daftar menu di hotel dan rumah makan juga dalam perhelatan acara-acara besar. Tentu saja dengan proses tertentu dengan penyajian yang menarik, menyehatkan dan kelezatan rasa,” pungkasnya.