Petugas Gagalkan Penyelundupan Benur Senilai Rp5,8 M

Petugas Gagalkan Penyelundupan Benur Senilai Rp5,8 M
Konferensi pers petugas gagalkan penyelundupan benur. (Ahmad Sayuti)

INILAH, Cimahi - Tim gabungan gagalkan penyelundupan benur jenis pasir dan mutiara. Benur sebanyak 39.211 ekor atau senilai Rp5,8 miliar tersebut rencananya bakal diekspor ke luar negeri. 

Tim gabungan terdiri dari Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM), TNI AL Pangkalan Utama Bandung, dan Pos TNI AL Pangandaran melakukan pengungkapan dan penggagalan penyelundupan bibit benur di pesisir selatan Garut, tepatnya di kawasan Pantai Santolo, Kabupaten Garut, Minggu (5/5/2019).

Danlanal Bandung Kolonel Laut (P) Sunar Solehudin menyebutkan, pengungkapan ini berawal saat pihaknya menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas penyelundupan benur. Dari situ tim gabungan langsung melakukan pengamatan dan penyelidikan. 

"Setelah melakukan pengamatan tim langsung bergerak dan menangkap SF (44) di lokasi penyelundupan," katanya di BKIPM Bandung, Jalan Ciawitali, Senin (6/5/2019).

Selain menangkap SF, lanjut Sunar, tim juga mengamankan barang bukti berupa 39.211 baby lobster atau benur, dengan berat rata-rata 0,194 gram dan panjang rata-rata 2,3 sentimeter. Ribuan benur tersebut dikemas dalam 112 kantong plastik dan siap dikirimkan. 

Dari hasil pemeriksaan sementara, SF ini merupakan kurir dan rencananya benur tersebut akan dikirimkan ke seorang pengepul di Sukabumi sebelum diekspor ke luar. "Jadi tersangka ini semacam kurir. Benih lobsternya akan dijual kepada pengepul," ujarnya.

Kepala BKIPM Bandung, Dedi Arief Hendriyanto mengatakan, SF merupakan kurir yang akan mengirimkan ribuan benih lobster ke pengepul di Sukabumi.

Dia telah melanggar Pasal 88 Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. "Pidananya paling lama enam tahun penjara, denda maksimal Rp1,5 miliar," katanya. 

SF pun kini sudah ditahan di BKIPM dan pihaknya akan terus melakukan pendalaman. Tim penyidik pengawai negeri sipil (PPNS) akan terus mengembangkan dan mendalami pengungkapan ini. 

Sementara, barang bukti 39.211 benur lobster jenis pasir dan mutiara siap ekspor senilai Rp5.881.650.000, akan dilakukan penyegaran. Rencananya, akan dilakukan pelepasliaran pada Selasa (7/5/2019). 

"Rencana setelah penyegaran akan dilepasliarkan. Sedang menunggu survei, sedang cari perairan yang cocok," ujarnya.

Dedi menambahkan, lobster merupakan sumber daya kelautan dan perikanan yang diatur penangkapan pengeluarannya, sesuai yang tertera dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56/PERMEN-KP/2016. (Ahmad Sayuti)

Loading...