Pemerintah Kembangkan Pendidikan Vokasi

Pemerintah Kembangkan Pendidikan Vokasi
Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. (Antara Foto)

INILAH, Jakarta - Pemerintah membahas pengembangan pendidikan vokasi untuk meningkatkan keahlian sumber daya manusia (SDM) Indonesia.

"Ada tiga hal prioritas yang ke depannya akan menjadi fokus dari peningkatan sumber daya manusia yang terkait dengan pelatihan, SMK, dan politeknik," kata Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (6/5/2019).

Menurut Puan, pemerintah membahas mengenai jumlah siswa pendidikan vokasi, serta berapa banyak yang akan dihubungkan kepada dunia industri.

Untuk meningkatkan kemampuan para pendidik, selain mengirim kepada pelatihan di luar negeri, pemerintah juga akan mendatangkan tenaga pelatihan ke Indonesia.

Menko menambahkan hampir setiap kementerian dan lembaga memiliki sekolah kedinasan. Pemerintah juga akan mengevaluasi mengenai manfaat dan kebutuhan sekolah-sekolah tersebut untuk meningkatkan sumber daya manusia.

"Apakah anggarannya masih kurang, apakah kebutuhannya kelebihan, apakah justru harus ditambah, seberapa banyak sesuai dengan kebutuhan dan apa saja priorotas utama terkait dengan peningkatan sumber daya manusianya," jelas Puan.

Selain itu, pemerintah juga membahas pendirian komite pendidikan vokasi untuk mengkoordinasikan sejumlah lembaga pendidikan kejuruan.

Selain Puan, sejumlah menteri mendatangi Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin siang untuk turut dalam pertemuan antara lain Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Komite Pendidikan Vokasi

Di samping itu, pemerintah sedang membahas rencana pembentukan komite pendidikan vokasi yang akan mengelola sejumlah hal terkait pendidikan kejuruan.

"Nanti ke depannya akan ada satu badan yang kita sedang kaji, dan sudah dirapatkan, sudah didiskusikan bahwa akan ada satu komite yang nantinya akan menangani semua hal terkait dengan vokasi," terang Puan Maharani.

Menurut Puan, sejumlah menteri terkait akan membahas dalam rapat lanjutan mengenai pembentukan komite tersebut.

Menko menjelaskan tujuan besar pengembangan pendidikan kejuruan yakni untuk meningkatkan kapabilitas SDM Indonesia dan memberi percepatan terhadap pembangunan SDM.

"Nanti ke depan kita akan buat desainnya, kebutuhan sumber daya manusia sesungguhnya di bidang apa saja dan arahnya adalah pemberian beasiswa, pelatihan difokuskan sesuai dengan kebutuhan Indonesia ke depan," ujar Puan.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menambahkan Presiden Jokowi memberi arahan pendidikan vokasi untuk lebih dimasifkan. 

"Jadi seperti brainstorming mengidentifikasi permasalahannya dan ternyata seperti halnya di 16 kementerian dan lembaga ini ternyata banyak pelatihan-pelatihan dan beliau ingin itu lebih fokus lagi, lebih masif lagi," kata Basuki.

Basuki menjelaskan, Presiden meminta Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro untuk merancang upaya pembangunan pendidikan vokasi tersebut.

Fungsi komite itu nantinya sebagai badan koordinasi sekaligus mengawasi program pelatihan vokasi di masing-masing kementerian atau lembaga. (Antara)