Mau Kerja Musiman di AS, Ini Bidangnya

Mau Kerja Musiman di AS, Ini Bidangnya
Foto: Net

INILAH, Washington – Pemerintah AS berencana mengizinkan masuknya 30.000 lagi pekerja musiman sampai akhir bulan September, guna memenuhi kebutuhan pekerja berpengalaman yang terus meningkat.

Pembukaan izin pekerja musiman itu menunjukkan perekonomian AS semakin berkembang dan telah mempersulit usaha Presiden Donald Trump untuk membatasi masuknya imigran resmi ke AS.

Rincian rancangan itu, yang diperoleh kantor berita Associated Press, seperti dikutip dari VOA, Selasa (7/5/2019) akan mengizinkan masuknya para pekerja di bidang perikanan, pembukaan hutan, dan pekerja hotel musiman, termasuk bagi kelab mewah Mar-a-Lago milik Presiden Trump di negara bagian Florida.

Visa pekerja musiman itu, yang dikenal dengan nama H-2B akan diberikan kepada para pekerja asing yang pernah mendapat visa jenis itu dalam tiga tahun terakhir. Kebanyakan pemegang visa itu biasanya kembali bekerja bagi majikan yang sama tiap tahun, dan sudah menjalani pemeriksaan ketat dan dipercaya tidak akan tinggal di AS lebih lama dari masa berlaku visanya.

Jawatan kewarganegaraan dan imigrasi AS akan mulai menerima permohonan para majikan untuk mendapatkan pekerja musiman itu, setelah peraturan tambahan pekerja itu diumumkan dalam Lembaran Negara hari Rabu (8/5/2019).

Perekonomian AS yang berkembang cepat telah menyulitkan para majikan mencari pekerja, khususnya karena jumlah visa musiman telah dibatasi hanya sampai 66.000 orang per tahun. Kata para pemilik bisnis, jumlah itu sangat kurang karena tingkat pengangguran di AS kini paling rendah dalam waktu 49 tahun.

Pemilik bisnis yang kesulitan mendapatkan pekerja terlatih harus berhadapan dengan para pejabat pemerintah dan pihak-pihak lain yang mengatakan visa pekerja sementara itu menghilangkan lapangan kerja bagi warga AS. Presiden Trump sendiri bahkan mendapat keuntungan dari adanya pekerja musiman dan orang-orang yang bekerja secara gelap di berbagai lapangan golfnya.

Trump pernah menentang imigrasi legal, dengan mengatakan bahwa pekerja asing itu merugikan pekerja AS dan mengakibatkan turunnya upah. Tapi Trump belakangan ini mengubah pendapatnya dan mengatakan ia mendukung lebih banyak imigran resmi karena pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat.

Perdebatan tentang pekerja asing ini juga berkecamuk dalam Kongres AS, dimana satu kelompok bipartisan minta pada Departemen Keamanan Dalam Negeri untuk menambah jumlah visa sementara, dan kelompok satunya lagi menyatakan khawatir kalau jumlah itu ditambah. (INILAHCOM)