Bulog Subang Optimalkan Serapan Beras di Panen Raya

Bulog Subang Optimalkan Serapan Beras di Panen Raya
Bulog Sub Divre Subang, di 2019 ini hanya dibebani 10 ribu ton untuk penyerapan beras. Dengan kata lain, ada penuruan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 42 ribu ton setara beras. Hal ini, mengacu pada kebijakan pusat./net

INILAH, Subang - Bulog Sub Divre Subang, di 2019 ini hanya dibebani 10 ribu ton untuk penyerapan beras. Dengan kata lain, ada penuruan dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 42 ribu ton setara beras. Hal ini, mengacu pada kebijakan pusat.

Kepala Bulog Sub Divre Subang, Dandy Arianto, menuturkan, tahun ini penyerapan yang dilakukan Bulog Subang kecenderungannya lebih ke beras. Tetapi, pihaknya juga tetap melakukan penyerapan untuk gabah. 

"Sampai saat ini, kami sudah menyerap 90 persennya. Jadi, sisa target yang belum terealisasi tinggal 10 persen lagi," ujar Dandy kepada wartawan, Rabu (8/6/2019).

Dia menjelaskan, jika merujuk pada target, berarti yang belum terealisasi sekitar 1.000 ton lagi. Untuk itu, saat ini pihaknya terus mengebut penyerapan. Apalagi, saat ini telah memasuki musim panen raya. 

"Penyerapan akan terus dilakukan sampai panen benar-benar habis. Sehingga, targetan ini bisa segera terealisasi," jelas dia. 

Adapun beras yang diserap Bulog ini, sambungnya, diperuntukan bagi cadangan beras pemerintah. Serta, beras cadangan antisipasi bencana.

"Bahkan, beras yang kami serap ini untuk subsidi silang dengan daerah lain yang mengalami defisit," ujar Dandy.

Tak hanya itu, penyerapan ini juga diperuntukan bagi pengadaan beras komersial. Seperti, untuk memenuhi kebutuhan beras renceng, serta beras berkualitas dengan harga ekonomis. 

Untuk beras renceng kemasan ekonomi, Dandy mengaku, tahun ini alokasinya mencapai dua ton. Beras renceng harga ekonomis itu, didistribusikan ke sejumlah warung yang ada di Subang dan Purwakarta. Adapun jumlah warung yang sudah menjadi mitra kerja, mencapai 100 unit. 

Terkait harga beras di tingkat petani, saat ini cukup bersahabat dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Untuk pembelian beras, pemerintah menentukan harganya Rp 8.030 per kilogramnya.

"Harga pemerintah ini, sesuai dengan harga pasar. Tak heran, banyak petani yang memilih menjual berasnya ke Bulog," pungkasnya.(Asep Mulyana)

Loading...