Pengelolaan Sampah di Garut Babak Belur

Pengelolaan Sampah di Garut Babak Belur
Pengelolaan sampah di Kabupaten Garut terancam makin babak belur. (Zainulmukhtar)

INILAH, Garut- Memasuki Ramadan dan Idul Fitri, pengelolaan sampah di Kabupaten Garut terancam kian babak belur.

Banyak armada truk angkutan sampah berkondisi uzur karena usia tua. Selain itu, akses jalan masuk menuju tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di Pasir Bajing Banyuresmi rusak parah.

Tak heran jika kini banyak armada truk bermuatan penuh sampah terparkir berjajar di depan lingkungan kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Garut Jalan Pramuka Garut Kota. Truk-truk itu tak bisa masuk TPA langsung.Truk mesti menunggu antrean.

Tak pelak keberadaan truk muatan sampah tersebut membuat pemandangan lingkungan sekitar menjadi tak sedap dengan bau menyengat. Ditambah tumpukan sampah di berbagai lokasi yang tak sempat terangkut armada.  

Antara lain seperti di lintasan Jalan Bratayuda, Karacak, Gatot Subroto, dan di titik lintasan lainnya di wilayah Kecamatan Garut Kota, Karangpawitan, dan Kecamatan Tarogong Kidul.

“Volume sampah pada bulan Ramadan biasanya meningkat sekitar 20-30 persen, atau jadi sekitar 880 meter kubik per hari. Sementara kondisi jalan ke TPA Pasir Bajing rusak parah yang asalnya truk bisa ke TPA 4-5 rit per hari, sekarang paling hanya dua rit. Itu pun harus didorong alat berat. Makanya, truk-truk lainnya menunggu antrean ke TPA itu di  halaman kantor dinas (DLH),” tutur Kepala DLHK Garut Asep Suparman didampingi Sekretaris Guriansyah, Rabu (8/5/2019).

Menurut Guriansyah, program perbaikan akses jalan ke TPA Pasir Bajing sudah diajukan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dan masih dalam proses lelang. Diharapkan pekerjaannya bisa dilaksanakan sebelum Idul Fitri.

“Perbaikan jalan ini butuh waktu dua sampai tiga bulan ke depan. Tentu saja ini akan sangat mengganggu mobilitas armada angkutan sampah,” ujarnya.

Kondisi armada truk sampah sendiri memprihatinkan.  Rata-rata merupakan produk keluaran tahun 1996-2.000-an. Dari sebanyak 37 truk armada angkutan sampah yang ada saat ini, sebanyak 22 unit di antaranya masih berfungsi secara baik. Sedangkan sebanyak 15 unit lainnya tak laik pakai.(Zainulmukhtar)