PD PPJ dan BBP2HP Gelar Pasar Ikan Murah di Kota Bogor

PD PPJ dan BBP2HP Gelar Pasar Ikan Murah di Kota Bogor
Foto: INILAH/Rizki Mauludi

INILAH, Bogor – Perusahaan Daerah Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) bekerja sama dengan Balai Besar Pengujian Penerapan Hasil Perikanan (BBP2HP) mengadakan pasar ikan murah Ramadan 1440 H/2019 di Pasar Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kamis (9/5/2019) hingga Jumat (10/5/2019). 

Di hari pertama, petugas menjual berbagai jenis ikan laut segar, ikan air tawar, dan makanan olahan berbahan dasar ikan. Diberikan juga pengetahuan tentang gizi ikan air tawar dan laut sehingga masyarakat bisa memilih untuk membeli ikan sesuai kebutuhan.

Direktur Utama PD PPJ Kota Bogor Muzakkir mengatakan, pasar murah ini digelar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat bulan suci Ramadan 2019.

"Harganya lebih murah 30 persen. Kami berharap pasar ikan murah ini bisa memenuhi kenutuhan masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk gemar mengkonsumsi ikan karena kandungan proteinnya sangat tinggi," ungkap Muzakkir.

Muzakkir memastikan ikan yang dijual bebas dari bahan pengawet dan formalin.

"Kami menjamin ikan yang ada di pasar murah ini ikan segar tanpa bahan pengawet. Warga bisa mengecek langsung ikan yang sudah dibelinya," tegasnya.

Muzzakir menjelaskan, secara umum bazar ikan murah dilaksanakan secara tiga sesi. Sesi pertama mulai 9 Mei hingga 10 Mei, sesi dua 16 hingga 17 Mei, dan sesi terakhir mulai 23 hingga 24 Mei. Pasar ikan ini menjual ikan dibandrol dengan harga di bawah pasar.

"Filet ikan dori Rp50 ribu per kilo, bandeng presto mulai Rp8 ribu per ekor, ikan asap Rp20 ribu per pak, aneka olahan ikan mulai dari Rp8 ribu per kilo, cakalang presto Rp25 ribu per ekor dan masih banyak lagi," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Umum PD PPJ Kota Bogor Jenal Abidin menambahkan, bazar pasar ikan Ramadan menyediakan kebutuhan masyarakat secara murah. Pihaknya sedang merumuskan bazar Ramadan lainnya yang tak hanya menjual ikan.

"Kami juga akan menggelar operasi pasar murah, yang akan menjual berbagai jenis sembako dan pangan. Tapi saat ini masih dalam perumusan dan pembahasan. Segara akan kami laksanakan," pungkasnya. (Rizki Mauludi)

Loading...