Relokasi SDN Cipayung Girang 2 Masih Dikaji

Relokasi SDN Cipayung Girang 2 Masih Dikaji
Kepala SDN Cipayung Girang 2 Rustini Suprihatin. (Reza Zurifwan)

INILAH, Megamendung- Permohonan relokasi bangunan SDN Cipayung Girang 2 dan 3 akan dikaji Pemerintah Kecamatan Megamendung.

Camat Megamendung Hadijana mengatakan, relokasi sekolah tersebut perlu kajian mendalam."Permohonan relokasi SDN Cipayung Girang 2 dan Cipayung Girang 3 akan dikaji terlebih dahulu, pasalnya kita minim lahan dan kalaupun membeli lahan milik swasta biayanya tidak sedikit," tutur Hadijana kepada wartawan, Kamis (9/5/2019).

Sambil mencari lahan relokasi, Hadijana menerangkan jajarannya akan mengajukan pembangunan turap mulai dari dekat bangunan sekolah hingga jalan desa. Nantinya, turap tersebut menghubungkan Desa Cipayung dengan Desa Sukakarya, Megamendung atau Desa Kopo Cisarua.

"Kami juga akan mengajukan pembangunan turap dan jalan desa yanv putus sepanjang 300 meter yang menghubungkan Desa Cipayung dengan Desa Sukakarya, Megamendung atau Desa Kopo Cisarua. Dana pembanguna  tersebut sedang kami diskusikan apakah cukup dengan dana desa atau dana penangganan bencana dari BPBD Kabupaten Bogor," terangnya.

Mengenai lokasi relokasi, dia akan mencoba mencari lokasi terdekat agar siswa yang menempuh pendidikan di SDN Cipayung Girang 2 dan Cipayung Girang 3 tidak perlu jauh-jauh bersekolah.

"Kami inginnya sekolah tersebut pindahnya ke lokasi yang berdekatan agar siswa tidak jauh-jauh bersekolah, kasihan kalau lokasinya jauh karena jalan desa tersebut tidak dilalui angkutan umum," papar Hadijana.

Sebelumnya, Kepala SDN Cipayung Girang 2 Rustini Suprihatin memohon bangunan SDN Cipayung Girang 2 dan SDN Cipayung Girang 3 direlokasi ke lokasi yang lebih aman. Pasalnya lokasi dua sekolah tersebut hampir menjadi korban longsor dan jaraknya sangat dekat dengan lokasi jalan desa yang putus karena longsor terhantam banjir bandang pada Jumat (26/4) lalu.

"Kami mohon bangunan SDN Cipayung Girang 2 dan Cipayung Girang 3 segeradirelokasi ke lokasi yang lebih aman demi keselamatan dan kenyamanan siswa serta guru yang bertugas mengajar di sekolah ini. Setiap hujan deras kami selalu khawatir menjadi korban bencana longsor seperti saat ini," ucap Rustini.

Dia menjelaskan akibat putusnya jalan desa tersebut, puluhan siswa SDN Cipayung Girang 2 dan Cipayung Girang 3 yang merupakan warga Desa Sukakarya, Megamendung maupun warga Desa Kopo Cisarua harus memutar lebih jauh dengan waktu tempuh 15-30 menit lebih lama dari sebelumnya.

"Sampai amsaat ini siswa kami yang merupakan warga Desa Sukakarya dan Desa Kopo kerap datang terlambat ke sekolah karena jarak tempuh dari rumah menuju sekolah lebih jauh dari sebelumnya," jelasnya. (Reza Zurifwan)