Kuartal I 2019, Kredit Bank Danamon di Jabar Tumbuh 5,95 Persen

Kuartal I 2019, Kredit Bank Danamon di Jabar Tumbuh 5,95 Persen
Foto: Doni Ramdhani

INILAH, Bandung - Pada kuartal I 2019 ini, Bank Danamon membukukan pertumbuhan positif untuk kredit. Secara nasional, total portofolio kredit dan trade finance sebesar Rp138 triliun. Capaian itu terhitung tumbuh sebesar 6% dibandingkan tahun sebelumnya.

Regional Head Sales & Distribution Danamon Jabar Pinastika Junia mengatakan, untuk wilayah Jabar pertumbuhan total kredit itu berada di posisi kedua tertinggi. Peringkat teratas diduduki wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, Karawang, Bekasi dan Lampung yang memberikan kontribusi sebesar 14,86% (yoy).

“Untuk pertumbuhan kredit di Jabar itu mencapai 5,95%. Secara nasional, wilayah Jabar ini peringkat kedua. Posisinya berada di atas Sumatera Utara yang tumbuh sebesar 5,06%,” kata Pinastika di Bandung, Kamis (9/5/2019).

Menurutnya, secara umum portofolio consumer mortgage tumbuh 27 % mejadi Rp8,3 triliun. Kredit di segmen enterprise banking yang terdiri dari perbankan korporasi, perbankan komersial, dan institusi keuangan naik 7% menjadi Rp39,5 triliun. Untuk segmen perbankan UKM mencatatkan pertumbuhan sebesar 6% menjadi Rp31,1 triliun.

Untuk pembiayaan kendaraan bermotor, Adira Finance tumbuh 14% secara tahunan menjadi Rp52,6 triliun. Pertumbuhan sehat ini didukung pembiayaan kendaraan roda dua dan roda empat yang tumbuh masing-masing sebesar 14% dan 15%.

“Di luar perbankan mikro, total portofolio kredit dan trade finance tumbuh 10% menjadi Rp136,4 triliun,” tambahnya.

Selain itu, Bank Danamon mencatatkan kualitas aset yang relatif sehat dengan rasio kredit bermasalah (NPL) menjadi 2,7%. Angka itu turun dari setahun sebelumnya yang tercatat sebesar 3,2%.

Sedangkan, rasio kecukupan modal (capital adequency ratio/CAR) Bank Danamon tetap menjadi salah satu yang terbaik di antara bank-bank di kelompoknya. Angka CAR konsolidasian berada pada posisi 22,0% sementara CAR bank only tercatat sebesar 22,8%.

Untuk giro dan tabungan (current account and savings accounts/CASA) pun naik 2% menjadi Rp50,9 triliun. Sementara deposito naik 11% menjadi Rp59,5 triliun. Dengan rasio intermediasi makroprudensial kini pada posisi 96,4%, likuiditas bank terkelola dengan baik untuk pendukung pertumbuhan ke depan.