Ngabuburit Sambil Nyari Jodoh di Stasiun Plered

Ngabuburit Sambil Nyari Jodoh di Stasiun Plered

INILAH, Purwakarta - 'Ngabuburit' sudah menjadi ritual tahunan sebagian besar umat muslim di bulan Ramadan seperti sekarang ini. Ya, kegiatan yang biasa dilakukan masyarakat tak kala menunggu waktu berbuka puasa. Bagaimana di Purwakarta?

Beragam kegiatan kerap dilakukan masyarakat. Semisal untuk sekedar jalan-jalan di taman kota dan tempat-tempat indah lainnya. Hingga berburu kebutuhan sandang dan pangan di pusat perbelanjaan untuk sekadar menunggu kumandang azan magrib.

Namun, apa jadinya jika 'Ngabuburit' ini dilakukan di tempat yang cukup berbahaya. Seperti yang dilakukan masyarakat di sekitar stasiun KA Plered. 

Bak jadi warisan tradisi, masyarakat yang didominasi remaja itu nekat 'Ngabuburit' di sepanjang jalur kereta api. Meski berbahaya, aktivitas mereka ini seakan tak bisa dicegah. Apalagi, selama ini lokasi tersebut menjadi tempat favorit mereka untuk ngabuburit. 

Kala sore tiba, ratusan warga yang didominasi ABG itu berkerumun di lokasi tersebut. Aktivitas mereka berbeda-beda. Ada yang sekadar duduk-duduk di atas perlintasan KA sembari ngobrol, berfoto-foto, hingga ada pula yang memanfaatkan moment tersebut untuk cari jodoh. 

"Iseng-iseng berhadiah. Ngabuburit sambil nyari jodoh," ujar Andri (24), salah seorang remaja warga sekitar, Kamis (9/5/2019) sore. 

Menurut Andri dan teman sebaya lainnya, bagi yang tak biasa, ngabuburit di perlintasan KA mungkin akan merasa was-was. Apalagi, jalur ini merupakan perlintasan kereta yang cukup aktif dari arah Jakarta-Bandung atau sebaliknya. 

Namun, bagi masyarakat di sana hal ini sudah biasa. Selain itu, sebelum ada kereta lewat masyarakat sudah tahu. Karena, sebelumnya terdengar bunyi peringatan.

"Jadi, kalau ada tanda kereta mau lewat, kami menjauh dulu dari Rel. Kalau sudah lewat, baru duduk lagi di atas rel," seloroh dia. 

Dia menjelaskan, biasanya warga mulai berdatangan ke lokasi ini sekitar pukul 16.00 WIB. Tak hanya warga sekitar, warga desa lainnya pun kerap berdatangan ke lokasi ini untuk ngabuburit.  (asep mulyana)