Aminah Lanjutkan Perawatan di RS Al Ihsan

Aminah Lanjutkan Perawatan di RS Al Ihsan
(Istimewa)

INILAH,Bandung- Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat berhasil memulangkan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Jabar yang ditemukan di tepi jalan, Jeddah, Saudi Arabia dalam keadaan stroke. 

Setelah dirawat di RS Polri Jakarta, wanita yang diduga berasal dari Cianjur itu kini dirawat di RS Al Ihsan Baleendah Kabupaten Bandung, Jumat (10/5/2019).

Kadisnakertrans Jabar Mochamad Ade Afriandi mengatakan,  pekerja migran yang sudah empat tahun di rawat di rumah sakit di Saudi Arabia itu dipulangkan ke tanah air oleh BNP2TKI pada September 2018 lalu. Kemudian dirawat di Rumah Sakit Polri Jakarta. Dan dimasukan kembali ke rumah sakit Al Ihsan milik Pemprov Jabar di Baleendah Kabupaten Bandung. 

Setelah menjalani perawatan selama 4 tahun itu, perempuan yang tak dapat bicara, itu sekitar tiga minggu lalu mulai merespon komunikasi. Ada kemungkinan perempuan yang diberikan nama Aminah oleh pemerintah Saud, itu kemungkinan berasal dari Kecamatan Ciranjang Cianjur.

"Setelah ada informasi tersebug, kami dari Disnaksrtrans Jabar,  melakukan penelusuran dan pengurusan. Hingga hari ini kami dari Disnakertrans Jabar, Dinas Kesehatan Prov. Jabar, Dinas Sosial Prov. Jabar, Biro Pelayanan dan Pembangunan Sosial Prov. Jabar dan RSUD Al Ihsan, rumah sakit milik Pemprov Jabar. Kemudian hari ini kami membawa Aminah untuk dirawat di RSUD Al Ihsan Baleendah," kata Ade melalui siaran persnya, Jumat (10/5/2019).

Ade mengatakan, setelah dilakukan serah terima dari RS Polri Kramat Jati kepada RSUD Al Ihsan Baleendah, Aminah akan melanjutkan pelayanan medis secara sempurna. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pencarian terhadap keluarga Aminah. Kata dia, jika suatu saat Aminah sembuh akan diserahkan pada keluarganya, namun jika tak ditemukan maka akan dirawat di Panti Jompo Pemprov Jabar di Ciparay Kabupaten Bandung.

"Sebenarnya kisah Aminah ini merupakan cerminan dari kondisi dan situasi pekerja migran Indonesia, terutama asal Jabar. Saya tidak menganggap legal atau illegal TKW itu sebagai sebuah issu.  Aminah adalah satu dari ribuan perempuan Jabar yang terpaksa harus berangkat ke Saudi Arabia untuk bekerja. Sehingga pemerintah memiliki kewajiban untuk melindungi. Sulit untuk membatasi atau menghambat mobilisasi pekerja migran,  mau itu  mereka berangkat secara illegal atau tidak terdokumentasi, berkaitan dengan moratorium pengiriman TKW ke Saudi Arabia,” ujarnya. 

Selanjutnya Ade menyatakan, “Terkait dengan program Jawa Barat 5 tahun ke depan yang dinamakan MIGRAN JUARA, maka dari titik inilah Disnakertrans Prov Jawa Barat bermaksud membangun sistem perlindungan pekerja migran asal Jabar. Yakni dengan program yang tengah dipersiapkan Migrant Service Center yang akan mengoperasikan Smart Migration System.

"Dalam sistem Smart Migration ini, kami membangun sistem recruitment, sistem pendidikan dan pelatihan, sistem pendataan, hingga sistem tracking terhadap para pekerja migran. Seluruh stake holder dalam rantai migrasi merupakan sebuah ekosistem, yang sebenarnya dapat dibuat sistem navigasi yang dapat meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran Indonesia, khususnya Pekerja Migran asal Jabar," katanya. (rd dani r nugraha).