Salat Sunah Setelah Witir Mengapa tidak?

Salat Sunah Setelah Witir Mengapa tidak?
ADA jemaah yang bertanya, "Bolehkah salat setelah witir? Karena yang sering saya dengar, witir adalah penghujung salat malam. Benarkah?"

ADA jemaah yang bertanya, "Bolehkah salat setelah witir? Karena yang sering saya dengar, witir adalah penghujung salat malam. Benarkah?"

Pertama, dianjurkan untuk menjadikan salat witir sebagai penghujung salat malam. Berdasarkan hadis dari Abdullah bin Umar radhiyallahu anhuma, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Jadikanlah akhir salat kalian di malam hari dengan salat witir." (HR. Bukhari 998 dan Muslim 749).

Kedua, beberapa ulama menegaskan bahwa hadis di atas tidaklah melarang seorang muslim untuk salat sunah setelah witir. Mengingat terdapat banyak dalil yang menunjukkan boleh salat setelah witir. Diantaranya,

1. Hadis dari Aisyah radhiyallahu anha, ketika beliau menceritakan salat malamnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

"Kemudian beliau bangun untuk melaksanakan rakaat kesembilan, hingga beliau duduk tasyahud, beliau memuji Allah dan berdoa. Lalu beliau salam agak keras, hingga kami mendengarnya. Kemudian beliau salat dua rakaat sambil duduk." (HR. Muslim 746).

An-Nawawi mengatakan,

"Yang benar, dua rakaat yang dikerjakan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam setelah witir dalam posisi duduk adalah dalam rangka menjelaskan bahwa boleh shalat setelah witir, dan menjalaskan boleh salat sunah sambil duduk, meskipun itu tidak beliau jadikan kebiasaan. Namun beliau lakukan sesekali atau beberapa kali. (Syarh Shahih Muslim, 6:21).

2. Hadis dari Tsauban radhiyallahu anhu, bahwa beliau pernah melakukan safar bersama Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Kemudian beliau bersabda,

"Sesungguhnya safar ini sangat berat dan melelahkan. Apabila kalian telah witir, kerjakanlah salat 2 rakaat. Jika malam harinya dia bisa bangun, (kerjakan tahajud), jika tidak bangun, dua rakaat itu menjadi pahala salat malam baginya." (HR. Ibnu Hibban 2577, Ibnu Khuzaimah 1106, Ad-Darimi 1635, dan dinilai shahih oleh Al-Adzami).

3. Hadis dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah bertanya kepada Abu Bakr As-Shiddiq radhiyallahu anhu, Kapan kamu witir? Di awal malam, setelah salat Isya. jawab Abu Bakr. Kemudian Nabi shallallahu alaihi wa sallam bertanya kepada Umar: Kapan kamu witir? Di akhir malam. Jawab Umar. Lalu beliau bersabda,

"Untuk anda wahai Abu Bakr, anda mengambil sikap hati-hati. Sementara kamu Umar, mengambil sikap sungguh-sungguh." (HR. Ahmad 14535, Ibn Majah 1202, dan dinilai hasan shahih oleh Al-Albani).

Sementara dalam riwayat lain, Abu Bakr As-Shiddiq radhiyallahu anhu, pernah mengatakan,

"Untuk saya, saya tidur dulu, jika saya bangun, saya akan salat 2 rakaat 2 rakaat, sampai subuh." (HR. Al-Atsram, disebutkan oleh Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni, 2/120).

Banyak ulama juga menegaskan, boleh shalat sunah setelah witir. Berikut beberapa keterangan mereka,

1. Ibnu Hazm mengatakan,

"Witir dilakukan di akhir malam, lebih afdal, dan jika dilakukan di awal malam, itu baik. Boleh salat setelah witir, dan tidak boleh mengulangi witir dua kali." (Al-Muhalla, 2/91)

2. An-Nawawi menjelaskan,

"Apabila ada orang yang telah mengerjakan witir (di awal malam) dan dia hendak salat sunah atau salat lainnya di akhir malam, hukumnya boleh dan tidak makruh. Dan dia tidak perlu mengulangi witirnya. Dalilnya adalah hadis Aisyah radhiyallahu anhu, ketika beliau ditanya tentang witir yang dikerjakan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam" kemudian An-Nawawi menyebutkan hadis Aisyah di atas. (Al-Majmu, 4/16).

3. Ibnu Qudamah mengatakan,

"Siapa yang melakukan witir di awal malam, kemudian dia bangun untuk tahajud, dianjurkan untuk mengerjakan salat 2 rakaat-2 rakaat dan tidak perlu membatalkan witirnya. Kesimpulan ini berdasarkan riwayat dari Abu Bakr As-Shidiq, Ammar bin Yasir, Sad bin Abi Waqqash, Aidz bin Amr, Ibn Abbas, Abu Hurairah, dan Aisyah radhiyallahu anhum." (Al-Mughni, 2/120).

Ketiga, bagi kaum muslimin yang hendak mengerjakan shalat sunah setelah witir, dia tidak dibolehkan melakukan witir lagi setelah tahajud. Berdasarkan hadis dari Thalq bin Ali radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Tidak boleh melakukan 2 kali witir dalam satu malam." (HR. Ahmad 16296, Nasai 1679, Abu Daud 1439, dan dihasankan Syuaib Al-Arnauth). Allahu alam. [KonsultasiSyariah]