Es Peuyeum Fatimah, Alternatif Berbuka Ramadan Kekinian

Es Peuyeum Fatimah, Alternatif Berbuka Ramadan Kekinian
FotoL INILAH/Dery Fitriadi Ginanjar

INILAH, Bandung – Selama ini, kita terbiasa berbuka puasa dengan menu kolak, es sirop, sop buah, atau kurma. Kini ada menu alternatif sebagai pilihan varian berbuka puasa.

Di Papatong Cafetaria Jalan Citarum Kota Banung, tersedia Es Peuyeum Fatimah. Menu takjil ini dihadirkan sebagai alternatif pilihan berbuka puasa. Bahan dasarnya peuyeum atau dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan sebutan tape. Dipadu dengan kurma yang menjadi makanan wajib Nabi Muhammad SAW saat berbuka puasa.

Peuyeum atau tape diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan makanan dengan tekstur lembut, cenderung cair. Jangan membayangkan rasa tape yang menyengat dari ragi. Justru di sini, tape memiliki rasa datar, tanpa manis berlebihan. Di atas ‘cairan’ tape ditaburi kurma yang uniknya menjadi kriuk-kriuk saat dikunyah. Yummi.

Menurut Dea, pemilik Papatong Caferaria, dirinya berusaha mencari menu dan bahan baku yang berbeda dan lebih sehat untuk takjil pelanggannya. Selain itu dirinya ingin mengangkat dan mengenalkan kembali makanan tradisional yang disajikan lebih modern dan kekinian.

“Nama peuyeum sudah jelas karena bahan utamanya ini kan tape. Kalau Fatimah diambil dari anak Rasul yang disesuaikan dengan tema Ramadan. Menu ini kita tampilkan secara dingin karena varian berbuka masyarakat kita umumnya dingin,” kata Dea kepada INILAH, Minggu (12/5/2019).

Dea mengatakan, tape memiliki beberapa manfaat positif bagi kesehatan manusia, seperti mencegah anemia, membuat tubuh berenergi. Terlebih ditambah kurma yang tentunya lebih menyehatkan dibandingkan beberapa makanan takjil yang lain.

“Sekarang sudah jarang melihat menu makanan atau minuman yang menggunakan peuyeum. Nah Papatong Cafetaria menyediakannya. Alhamdulillah sampai sekarang respons pengunjung sangat bagus dan menyukai Es Peuyeum Fatimah ini,” katanya.

Layak dicoba. (Dery Fitriadi Ginanjar)