Janganlah Berpuasa tapi Zonk

Janganlah Berpuasa tapi Zonk
Ilustrasi (Net)

Alhamdulillah segala puji bagi-Nya. Tak habis-habis rasa syukur kepada-Nya karena telah memberikan kesempatan kepada kita untuk hidup di bulan penuh ampunan dan berlipat-lipat pahala, bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran.

Inilah bulan yang setiap amal kebaikan dilipatgandakan pahala dan nilai kebaikannya oleh Allah ‘Azza wa Jalla. Inilah bulan ketika pintu ampunan terbuka lebar, selebar-lebarnya. Inilah bulan ketika Allah Ta’ala sendiri yang akan menakar dan memberikan pahalanya kepada kita.

Alhamdulillah, segala puji bagi-Nya. Tak kurang-kurang Allah memberikan nikmat sehat kepada kita sehingga kita bisa bertemu lagi dengan bulan penuh berkah ini. Ketika nikmat itu tidak dipergunakan dengan baik maka Allah akan bertanya kepada umat manusia di yaumil akhir.

Maka, sungguh karunia yang sangat luar biasa Allah Swt. Memberikan bulan Ramadan kepada kita. Sehingga dengan itu, hati kita lebih peka, iman kita lebih terjaga, akhlak kita lebih mulia sebagai evaluasi ibadah dalam satu bulan penuh.

Artinya setiap aktivitas kita di bulan Ramadan harus benar-benar dimanfaatkan baik itu hubungan kita dengan manusia, hubungan kita dengan Alam dan hubungan kita dengan Sang Khalik. Segala bentuk ibadah sosial kita harus ditingkatkan dan berkualitas seperti sayangi anak yatim, fakir miskin, dan orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Manfaatkan satu bulan penuh berpuasa sebagai refleksi evaluasi diri agar lebih baik dari bulan-bulan sebelumnya. Hindari kebiasaan aktivitas zonk misalnya prilaku menggunjing orang lain, berlebih-lebihan dalam gaya hidup, takabur (arogan),  jauh dengan ulama, jauh dengan anak yatim, jauh dengan fakir miskin, jarang sedekah, banyak membaca media sosial daripada membaca Alquran. Prilaku seperti itu berpuasa yang zonk.

Maka, ketika Allah hadirkan bulan penuh berkah ini, di mana setiap kebaikan dilipatgandakan, setiap ibadah sunah pahalanya sama dengan ibadah wajib, semoga kita mampu melaksanakannya dengan penuh kekhusyukan serta dapat menggapai rida Allah.

Semoga Allah baguskan amal-amal kita bisa awali Ramadan ini dengan keimanan. Sesungguhnya, hanya orang-orang yang berimanlah yang Allah perintahkan untuk berpuasa.

Allah berfirman, Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa. (QS Al-Baqarah[2]: 183).

Maha Suci Allah semoga kita tidak termasuk orang-orang yang zonk di hadapan Allah. Semoga kita termasuk golongan orang yang benar-benar berpuasa sehingga tidaklah bulan ini berakhir kecuali iman kita bertambah dan berkualitas serta kita termasuk orang-orang yang bertakwa.

Hari ini, ketika mengawali puasa di bulan suci ini, rasanya kita perlu merenung sejenak. Kita perlu berbenah agar puasa kita kali ini benar-benar mengantarkan kita pada ketakwaan. Sebab, banyak di antara kita yang berpuasa tidak mendapat apa-apa selain rasa lapar dan dahaga saja. Tidak lebih. Tidak kurang.

Rasulallah saw mengingatkan, “Betapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak ada yang didapatkannya selain rasa lapar dan dahaga. Dan, betapa banyak orang melakukan ibadah pada malam, namun yang ia dapatkan adalah begadang.“ (HR Ibnu Majah, An-Nasai, dan Ibnu Khuzaimah)

Oleh: Dian Nopiandi