Ade Yasin Galakan Kembali Alih Profesi Gurandil

Ade Yasin Galakan Kembali Alih Profesi Gurandil
Bupati Bogor Ade Yasin (kiri) mengalakan kembali alih profesi gurandil. (Reza Zurifwan)

INILAH, Nanggung- Pemkab Bogor dan PT Antam Tbk UPBE Pongkor akan terus menggalakan program alih profesi kepada para Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) atau gurandil.  Hal ini dia utarakan lagi pascatewasnya 2 orang gurandil di lokasi penambangan liar Desa Bantar Karet.


"Program alih fungsi sudah kami lakukan sejak penertiban gurandil pada tahun 2015 lalu apalagi Pemkab Bogor dengan PT Antam Tbk UPBE Pongkor punya program Geopark Pongkor," ucap Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan, Selasa (14/5).

Ibu dua orang anak ini menerangkan dengan adanya Geopark Pongkor, eks gurandil maupun masyarakat di sekitar Nangggung akan hidup dari pertanian, peternakan dan parawisata.

"Kami akan membudayakan masyarakat Nanngung dan sekitarnya untuk tidak lago berprofesi gurandil dan dengan beralih ke profesi petani, peternak dan wirausaha. Dengan adanya program Geopark Pongkor kami juga mengalihkan profesi mereka menjadi pramuwisata dan pemilik guest house," terangnya.

Ade menjelaskan sebenarnya aparat kepolisian, TNI dan PT Antam Tbk UPBE Pongkor sudah sering melakukan razia namun karena keterbatasan aparat dan medan yang berbukit membuat gurandil selalu lolos ketika aparat gabungan melakukan razia.


"Sebenarnya aparat gabungan sudah serinf melakukan razia di area penambangan PT Antam Tbk UPBE Pongkor namun gurandil ini lincah dan mengetahui seluk beluk Gunung Pongkor hingga kegiatan mereka kurang terpantau atau lolos dari razia, mudah-mudahan dengan tewasnya 2 oanv gurandil ini para gurandil yang lain sadar bahwa kegiatan ilegal mereka sangat berbahaya," jelas Ade.

Sebelumnya, Polres Bogor bersama dengan Koramil Nangung,  Satpam, Swa Kelola PT. Antam Tbk dan dibantu oleh masyarakat meaksanakan proses pencarian korban pelaku Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) atau gurandil di lokasi Longsoran.

Evakuasi oleh aparatur tersebut dilakukan Senin (13/5) pagi walaupun kejadian longsor terjadi Minggu malam karena saat itu Kecamatan Nanggung hujan deras hingga bisa membahayakan keselamatan tim penyelamat.

"Dari 8 orang korban tanah longsor, 6 orang selamat sementara 2 orang lainnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia," ucap Kapolsek Nanggung AKP Asep Saefudin kepada wartawan, Selasa (14/5).

Dia menerangkan 6 orang yang selamat mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke rumah sakit, sementara korban meninggal dunia langsung diserahkan ke pihak keluarganya.

"Senin pukul 16.00 WIB proses evakuasi dihentikan karena dari pihak keluarga sudah tidak ada lagi yang merasa kehilangan anggota keluarganya," terangnya. (Reza Zurifwan)