15 ASN Kota Bandung Terjaring Sidak GDA

15 ASN Kota Bandung Terjaring Sidak GDA

KOMITMEN Penerapan disiplin terus dilakukan Pemkot Bandung. Tak hanya menyiapkan Perwal tentang Kedisplinan Pegawai, Pemkot juga terus menerapkan berbagai langkah strategi dalam penguatan displin termasuk melalui kegiatan Gerakan Disiplin Aparatur (GDA).

Tim Gerakan Disiplin Aparatur (GDA) kembali bergerak untuk menertibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkeliaran saat masih jam kerja. Hasilnya, 15 orang ASN terjaring dalam Inspeksi Mendadak (Sidak), Selasa (14/5).

Tak tanggung-tanggung, Wakil Wali Kota Bandung,Yana Mulyana memimpin langsung operasi kali ini. Operasi menyasar dua pusat perbelanjaan yaitu Pasar Baru Jalan Otista dan Baltos Jalan Tamansari.

Para ASN yang terjaring berkilah dengan mengutarakan beragam alasan. Namun tim GDA yang terdiri dari Inspektorat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) tetap menindaknya. “Tadi yang terjaring beralasan jam istirahat. Tapi tadi kita temukan setelah jam istirahat,” tegas Yana di sela-sela operasi.

Para ASN yang terjaring ini didata dan diberikan imbauan. Selanjutnya, hasil pendataan akan dilaporkan kepada atasan masing-masing ASN dan dijatuhi sanksi pengurangan Tunjangan Kinerja Dinamis (TKD) sebesar 10 persen.

Yana berharap, para ASN yang lain tidak mengikuti kesalahan para ASN yang terjaring. Namun ia memastikan, operasi akan terus digelar dan akan menyasar tempat lainnya. “Kita harapkan tidak ada lokasi baru. Mudah-mudahan semakin meningkat disiplin teman-teman ASN Kota Bandung. Tapi kita juga tetap konsisten melakukan gerakan disiplin ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BKPP Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana menyatakan Tim GDA  akan terus sidak secara rutin. Kegiatan ini bukan hanya sekedar menggertak. “Jangan dianggap anget-anget tai ayam, karena kita menghadapi berbagai macam pekerjaan. PNS itu harus memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Yayan mengungkapkan, aturan jam kerja sudah tertera sangat jelas, termasuk perubahan selama Ramadan. Oleh karenanya, jangan mencuri kesempatan untuk berkeliaran.

“PNS harus hadir di kantornya sesuai dengan aturan yang berlaku selama Ramadan ini mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB. Dipotong istirahat setengah jam, apapun alasannya. Boleh keluar, tetapi harus ada izin dari atasannya. Kalau sudah diizinkan ya dipersilahkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Yayan kembali mengingatkan, tugas utama para ASN adalah untuk memberikan pelayanan terbaik kepada asyarakat. Oleh karenanya, guna mengoptimalkan tugas terebut diharapkan agar ASN lebih disiplin dalam bekerja. “Di samping itu kan PNS sudah digaji, dikasih TKD. Itu uangnya, uang rakyat. Jadi harus melayani masyarakat. Kita harus malu pada masyarakat,” tegas Yayan.

Menurut Yayan, selama ini Pemkot Bandung  telah memberikan TKD kepada ASN dengan jumlah yang begitu besar. Namun hal itu tentu harus dibuktikan dengan capaian kinerja, prilaku dan juga pengelolaan capaian keuangan.

Yayan menambahkan, dalam mendorong displin ASN, selama ini pihaknya telah banyak melakukan aksi-aksi seperti halnya sidak GDA yang telah dilakukan dua kali. Kegiatan ini pun lanjutnya akan terus dilakukan secara berkala. (ghi)