Banyak Faedah Rest Area PKL Puncak 

Banyak Faedah Rest Area PKL Puncak 
MoU kerjasama pembangunan dan pengelolaan Rest Area PKL Puncak. (Reza Zurifwan)

INILAH, Cibinong- Bupati Bogor Ade Yasin menilai pembangunan Rest Area PKL Puncak jadi solusi terkait kebutuhan pasar produk Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kecamatan Cisarua maupun Kawasan Puncak.

Hal itu, disampaikan Ade Yasin usai menandatangani MoU kerjasama pembangunan dan pengelolaan Rest Area PKL Puncak antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Rakyat dan PT Perkebunan Nusantara VIII di Pendopo Bupati, Rabu (15/5/2019)

"Kami menginginkan pembangunan Rest Area PKL Puncak juga menjadi solusi kebutuhan pasar dari produk UKM dan bukan hanya menyesaikan permasalahan PKL yang berjualan di pinggir Jalan Raya Puncak hingga membuat mereka beresiko menjadi korban bencana longsor maupun kecelakaan lalu lintas," kata Ade Yasin kepada wartawan, Rabu (15/5)
Politisi PPP ini menambahkan, setelah dibangun Rest Area PKL Puncak maka ratusan PKL harus masuk ke rest area. Itu bertujuan agar pemerintah pusat bisa melaksanakan proyek pelebaran Jalan Raya Puncak.

"PKL Puncak ini bukan hanya permasalahan pemerintah daerah tetapi juga masalah nasional karena dengan lokasi berdagangnya mereka di jalan nasional sedikit banyak menimbulkan kemacetan hingga wajar pemerintah pusat ikut membangun Rest Area PKL Puncak. Semoga kegundahan masyarakat Puncak tentang kemacetan bisa terobati dengan adanya proyek pelebaran jalan karena membantu terurainya kemacetan lalu lintas," tambahnya 

Ade menjelaskan dengan adanya Rest Area PKL Puncak, maka PAD Kabupaten Bogor akan meningkat. "PAD Kabupaten Bogor salah satu penyumbamg terbesarnya adalah pajak dari restoran, hotel dan objek wisata hingga jika Kawasan Puncak lebih tertata maka itu akan meningkatkan PAD Kabupaten Bogor," jelas Ade.

Sekjen KemenPU-Pera Anita Firmanti Eko Susetyowati menuturkan dengan dibangunnya Rest Area PKL Puncak maka diharapkan tidak ada lagi PKL yang berjualan di sepanjang Jalan Raya Puncak.

"Setelah PKL masuk ke Rest Area PKL Puncak maka kami akan melakukan pelebaran jalan hingga kemacetan di Kawasan Puncak bisa lebih lancar lagi lalu ujungnya wisatawan yang datang ke Puncak bertambah dan bermuara dengan meningkatnya PAD Kabupaten Bogor," tutur Anita.

Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara VIII Wahyu bersyukur MoU kerjasama pelaksanaan pembangunan Rest Area PKL Puncak antara KemenPU-Pera, Pemkab Bogor dan jajarannya busa terlaksana setelah direncanakan pada tahun 2017 lalu.

"Penandatanganan MoU ini sudah lama kami nantikan karena ini bagian dari penataan Kawasan Puncak khususnya perkebunan kami yang memiliki luas 1.600 hektare, Rest Area  PKL Puncak dengan konsepnya yang sangat baik seiiring dengan program kami yaitu Agro Wisata atau Eco Wisata," ucap Wahyu.

Ia melanjutkan saat ini komoditi tanaman teh nilainya menurun hingga PT Perkebunan Nusantara VIII harus mencari komoditi lainnya untuk tetap menghidupi Badan Usaha  Milik Negara (BUMN) ini.

"Mulai bulan ini kami akan mengganti sebagain lahan perkebunan kami dari komoditi tanaman teh menjadi buah alpukat karena melihat nilai ekonomisnya yang lebih tinggi, Kerjasama ini menjadi percontohan dan akan kami lakukan juga di Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung," lanjutnya. (Reza Zurifwan)