Mensos Bangga, Penyandang Disabilitas Kerja di Bank BUMN

Mensos Bangga, Penyandang Disabilitas Kerja di Bank BUMN
Para penyandang disabilitas kini mempunyai posisi krusial di dunia kerja. (Reza Zurifwan)

INILAH, Cibinong- Bangga betul Menteri Sosial Agus Gumiwang Kertasasmita. Para penyandang disabilitas diterima kerja jadi call center di salah satu bank BUMN.

Para penyandang disabilitas menempuh pelatihan keterampilan di Balai Besar Rehabilitasi Sosial, Keradean, Cibinong. Mereka lalu disalurkan ke berbagai perusahaan.

Mensos mengatakan setiap tahunnya 700 dari 1.400 penyandang dissabilititas yang diberikan pelatihan ketrampilan di bidang komputer, call center, menjahit, logam, desain grafis dan elektronik, terserap di dunia kerja.

"Dengan serapan tenaga kerja yang begitu tinggi ini membuat Kementerian Sosial akan terrus memodifikasi pelatihan ketrampilan ini hingga mereka setara dengan saudaranya yang non dissabilitas untuk mendapatkan hak lowongan kerja," kata Agus kepada wartawan, Rabu (15/5/2019).

Agus menilai, dengan keterampilan yang dimiliki, para penyandang disabilitas itu juga banyak yang berwiraswasta dengan bantuan hibah modal.

"Bagi penyandang disabilitas yang mau wirausaha tetapi kurang memiliki modal maka akan kami berikan hibah modal, untuk usaha perorangan besarnya hibah Rp5 juta sementara usaha yang berkelompok besarnya hibah modal itu Rp20 juta," terangnya.

Selain memberikan hibah modal, Agus menjelaskan jajarannya juga berupaya akan menambah kuota peserta pelatihan ketrampilan baik di Kabupaten Bogot maupun di daerah lainnya di Indonesia.

"Pelatihan ketrampilan ini pusatnya memang di Cibinong namun kami juga melakukan jemput bola memberikan pelatihan ketrampilan di seluruh wilayah Indonesia, kami akan memadatkan masa pelatihan agar semakin banyak penyandang dissabilitas yang mendapatkan pelatihan ketrampilan agar mereka ikut berkintribusi dalam pembangunan," jelas Agus.

Dia melanjutkan khusus tenaga call center, selain sudah diserap oleh Bank Mandiri jajarannya juga akan mempekerjakan penyandang dissabilitas ini di jajaran Kementerian Sosial.

"Kementerian Sosial kan punya unit taruna tanggap bencana (Tagana) yang butuh petugas call center, jadi setelah mendapatkan pelatihan call center dan pemberian materi Tagana maka kami akan merekrut mereka ke Unit Tagana Dinad Sosial yang ada di seluruh daerah," lanjutnya. (Reza Zurifwan)