Begini Kesiapan Jasa Raharja Bantu Kelancaran Mudik 2019

Begini Kesiapan Jasa Raharja Bantu Kelancaran Mudik 2019
Ilustrasi/Antara Foto

INILAH, Purwakarta - PT Jasa Raharja kerap turut andil membantu kelancaran arus mudik dan balik setiap tahunnya. Selain menyiapkan santuan bagi korban kecelakaan, perusahaan BUMN ini juga turut andil dalam pengamanan selama momen tersebut.

Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Purwakarta, Panji Akbar Nur Banten menuturkan, pihaknya akan menyiagakan suluruh personel yang ada di setiap pos pengamanan yang bersinergi dengan kepolisian. 

"Kami akan memaksimalkan peran kami untuk membantu kelancaran arus mudik nanti," ujar Panji kepada INILAH di kantornya, Rabu (15/5/2019).

Dalam hal ini, sambung dia, akan menyiapkan 100 unit peralatan keselamatan untuk menunjang arus mudik dan balik lebaran 2019 nanti. Peralatan itu, di antaranya traffic cone, water barier, stick cone, senter, serta rompi keselamatan. 

Panji menjelaskan, saat ini pembahasan mengenai persiapan menyambut arus mudik lebaran, terus dikebut. Pembahasan tersebut, dilakukan lintas sektoral. 

"Koordinasi-koordinasi terus kita lakukan. Seperti, dengan kepolisian, dishub, rumah sakit, derek, damkar dan lainnya," kata dia.

Tak hanya bantuan penunjang pengamanan, pihaknya pun menyiapkan penunjang kebutuhan personel pengamanan selama arus mudik dan balik. Salah satunya, akan membantu menyiapkan sejumlah bantuan.

Terkait santunan untuk korban kecelakaan, sambung dia, pihaknya juga telah menyiapkan. Merujuk pada pengalaman tahun lalu, santunan yang diberikan untuk korban meninggal dunia selama arus mudik dan balik lebaran 2018, mencapai Rp 2,1 miliar. Sedangkan, santunan yang dibayarkan untuk korban luka-luka mencapai Rp 1,5 miliar.

"Untuk besaran santunan tahun ini, kita siapkan unlimit. Namun, kami berharap arus mudik dan balik tahun ini lancar, aman, serta tidak ada yang mengalami kecelakaan," ujar Panji.

Adapun mekanisme pembayaran santunan bagi korban kecelakaan, sambungnya, jika kejadiannya di hari kerja maka pembayaran santunan kepada ahli waris korban meninggal maksimal 1x24 jam. Bila kecelakaanya, bank telah libur lebaran, maka akan dibayarkan pada hari pertama bank tersebut masuk kerja.

Meski demikian, pihaknya menjamin sepenuhnya terhadap korban kecelakaan maupun ahli warisnya. Adapun besaran santunan bagi korban kecelakaan di darat, untuk yang meninggal dunia sebesar Rp 50 juta. 

Sedangkan, yang luka-luka maksimal Rp 20 juta. Lalu, Rp 1 juta bagi santunan P3K di fasilitas pertama atau kedua. Lalu, Rp 500 ribu untuk biaya ambulans. (Asep Mulyana)

Loading...