Humor Ramadan: Kisah Nabi Palsu dan Khalifah

Humor Ramadan: Kisah Nabi Palsu dan Khalifah
SUATU malam di bulan Ramadan, khalifah Al-Makmun, salah seorang khalifah Bani Abbasiyah berbicang-bincang dengan para penasihatnya di istana kekhalifahan selepas melaksanakan salat tarawih. Di antara yang hadir ada Al-Qadhi Yahya bin Aktsam./net.ilustrasi

SUATU malam di bulan Ramadan, khalifah Al-Makmun, salah seorang khalifah Bani Abbasiyah berbicang-bincang dengan para penasihatnya di istana kekhalifahan selepas melaksanakan salat tarawih. Di antara yang hadir ada Al-Qadhi Yahya bin Aktsam.

Tak lama kemudian, datanglah seorang lelaki yang mengaku sebagai Nabi Ibrahim Alaihissalam. Dari gerak-geriknya, Al-Makmun mengetahui bahwa orang itu hanya berpura-pura agar bisa masuk ke istana khalifah. Untuk menguak kedustaannya, Al-Makmun ingin menjebaknya dengan beberapa pertanyaan.

Sang khalifah pun bertanya, "Nabi Ibrahim Alaihissalam mempunyai mukjizat, ketika dimasukkan ke dalam api, maka api akan menjadi dingin. Untuk membuktikannya, kami ingin membakarmu. Jika api tidak menyentuh kulitmu sedikit pun, maka kami akan beriman kepadamu."

Lelaki itu berkilah, "Terlalu berat. Aku akan pertunjukkan mukjizat yang lain."

Al-Makmun bertutur, "Mmm. Kalau begitu perlihatkan mukjizat Nabi Musa Alaihissalam. Coba lemparkan tongkatmu itu. Jika engkau Nabi, maka tongkat itu akan berubah menjadi ular. Jika engkau lemparkan ke lautan, lautan akan terbelah menjadi dua. Jika engkau mengepitkan tanganmu ke ketiakmu, ia akan keluar menjadi putih bercahaya tanpa cacat. Jika terbukti, kami akan beriman kepadamu."

Nabi palsu itu gelagapan. Dia berusaha mencari alasan lain. "Mukjizat ini lebih berat dibanding yang pertama karena membutuhkan waktu yang lumayan lama. Aku ingin memperlihatkan mukjizat yang lebih mudah dilakukan dalam waktu singkat," katanya.

Al-Makmun mengatakan, "Nabi Isa Alaihissalam mempunyai mukjizat berupa menghidupkan orang yang mati dengan izin Allah Taala."

Nabi palsu itu tersenyum, lalu berkata, "Tunggu sebentar wahai khalifah. Aku akan buktikan mukjizat ini. Aku akan pukul kepala Al-Qadhi Yahya dengan tongkat ini hingga meninggal dunia. Lalu dalam sekejap mata akan aku hidupkan dia kembali untuk kalian."

Mendengar itu Al-Qadhi Yahya ketakutan seraya berujar, "Aku orang pertama yang beriman kepadamu dan membenarkan kenabianmu."

Khalifah pun tertawa mendengarnya. Lalu memerintahkan kepada pembantu istana untuk memberi hadiah kepada Nabi palsu itu agar dia segera meninggalkan istana.[]