Embarkasi di BIJB Akan Berdampak Sosial Ekonomi Warga Sekitar

Embarkasi di BIJB Akan Berdampak Sosial Ekonomi Warga Sekitar
Foto: Net

INILAH, Bandung – Rencana pembangunan embarkasi haji di kawasan yang dekat dengan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Majalengka dinilai akan memiliki banyak keuntungan. Embarkasi tersebut diharapkan dapat digunakan untuk pelayanan haji tahun 2020 mendatang.

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) H A Buchori tidak hanya jamaah yang akan diuntungkan rencana berdririnya embarksasi di Kertajati. 

"Masyarakat di sekeliling juga insya Allah ada pengaruh sosial ekonomi," ujar Buchori kepada wartawan, Minggu (19/5/2019). 

Dia menilai, kehadiran embarkasi di Kertajati akan membuat tugasnya lebih berat. Mengingat harus pula mengontrol calon jamaah haji di embarkasi yang berada di Bekasi, namun itu hal teknis dan akan ada regulasi yang mengatur. 

"Mau enggak mau tentu bagi saya akan semakin berat ngontrol di dua tempat. Saya harus bulak balik Majalengka dan Bekasi," ungkapnya.

Diketahui, sedikitnya akan ada 6.007 calon jamaah haji yang berangkat dari BIJB Kertajati mulai 20 Juli ini. Adapun yang akan terbang dari Bandara di Kabupaten Majalengka tersebut adalah jamaah dari Kabupaten Indramayu, Kuningan, Kota Cirebon, dan Majalengka.

Menurut dia, setidaknya akan ada 70 hingga 80 petugas yang akan mendampingi. Karena melibatkan banyak instansi, persiapan keberangkatan perdana dari BIJB tersebut tidak bisa diputuskan secara sepihak. Pihaknya harus bekoordinasi dengan seluruh instansi, di antaranya pihak bandara dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). 

"Jadi kita memang harus menemukan beberapa pertemuan lagi untuk pemantapan . Tapi pada prinsipnya semua pihak sudah siap untuk melaksakan pemberangkatan Jamaan calon haji dari Kertajati," paparnya. 

Buchori sampaikan, pihaknya telah memastikan akan ada sebanyak 17 kelompok terbang (kloter) dari BIJB khusus jemaah di wilayah Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Kabupaten Kuningan (Ciayumajakuning).

"Rencananya  tahun ini sekitar 17 kloters  untuk lima wilayah," ucap dia.

Adapun soal embarkasi sementara di BIJB, pihaknya telah melakukan penjajakan dengan melibatkan berbagai instansi. "Penjajakan-penjajakan sudah kita lakukan tapi belum pematangannya," ucapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan perencanaan embarkasi di kawasan Kertajati sedang digodok agar rampung 2020 nanti. Hal itu menyusul adanya keputusan dari Kementerian Agama.

"Diharapakan selesai di tahun 2020. Sehingga proses embarkasi 2020 sudah bisa berangkat sepenuhnya dari bandara Kertajati," ujar Iwa. (Rianto Nurdiansyah)