PD PPJ Tagih Piutang Pedagang Pasar Bogor

PD PPJ Tagih Piutang Pedagang Pasar Bogor
Foto: INILAH/Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Jajaran direksi PD PPJ menagih piutang pedagang di semua pasar Kota Bogor yang berada di bawah pengelolaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Bogor itu. Diketahui jumlah piutang pedagang kepada PD PPJ mencapai Rp28 miliar.

Penagihan dilakukan untuk mengoptimalkan pemasukan PD Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Kota Bogor. Apabila pedagang atau pemilik kios tidak kunjung membayar, PD PPJ tidak pandang bulu akan menggembok kios.
 
Direktur Utama (Dirut) PD PPJ Kota Bogor Muzakkir mengatakan, masalah piutang pedagang ada yang sewa dan servis charge, terutama di Pasar Bogor. Direksi baru ingin membangun sistem dan pembaharuan aturan.

"Setelah aturan ada, kami terapkan aturan. Prosesnya pemberitahuan selama tujuh hari, pemanggilan pemilik kios atau pedagang dilanjut melayangkan surat SP 1, 2, hingga 3. Kemudian tindakan tegas dilakukan, tetapi tidak semena-mena karena kalau pedagang proaktif datang ke kantor serta komitmen menyelesaikan pembayarannya," ungkap Muzakkir kepada wartawan, Minggu (19/5/2019). 

Muzakkir melanjutkan, masalah pembayarannya bisa dicicil dengan tenggang waktu yang disepakati, syyaratnya pedagang melakukan pengakuan piutang. Pelayanan pembayaran dibuka 24 jam di kantor unit pasar masing-masing.

"Tagihan bisa dicicil enam kali, setelah mereka membayar cicilan pertama kios akan dibuka lagi. Di Pasar Bogor ada Rp80 miliar lebih tagihan. Yang sudah tertagih Rp2,1 miliar dari periode tahun 2014," tambahnya.

Muzakkir menjelaskan, direksi PD PPJ saat ini memerhatikan pedagang agar bisa berjualan dengan baik, mendapatkan keuntungan lebih baik, tapi kewajiban pedagang harus dipenuhi.

"Kalaupun ada kios milik karyawan PD PPJ dan tidak melakukan pembayaran, akan kami gembok juga. Kalau tidak mau bayar terus, kios akan diambil alih. Jujur, piutang pedagang besar sekali. Hal ini membuat kami menunggak pajak. Jangan Kami hanya meminta pedagang menyelesaikan tagihan," jelasnya.

Sementara itu Kepala Unit Pasar Bogor Hardian mengatakan, setelah ada keputusan direksi, pihaknya mengajukan 1.100 piutang pedagang dari tahun 2014. Ini merupakan optimalisasi penagihan prosedur dari mulai imbauan sampai menerbitkan surat peringatan ke 1, 2, dan 3.

"Hasilnya sangat baik pada bulan April 2019 ini tagihan masuk sebesar Rp2,1 miliar lebih besar daripada tagihan seperti biasanya. Ini meningkat setelah diterbitkan surat peringatan karena kebijakan direksi baru," pungkasnya. (Rizki Mauludi)