3 Koperasi di Jabar Resmi Salurkan UMI

3 Koperasi di Jabar Resmi Salurkan UMI
(Istimewa)

INILAH, Bandung- Sebanyak tiga koperasi di Jawa Barat resmi menjadi penyalur pembiayaan Ultra Mikro (UMI) mulai awal 2019 ini.

Ketiga koperasi yang menyalurkan pembiayaan dari Kementerian Keuangan RI, itu adalah yakni Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) Itqan Bandung, KSPPS Al Almanah Sumedang dan KSPPS Baik Bogor. 

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji menargetkan semakin banyak koperasi di Jabar yang menjadi penyalur UMI. 

"Koperasi harus menjadi tulang punggung perekonomian Jabar. Koperasi juga harus menjadi ujung tombak dalam mengentaskan kemiskinan. Tujuan pembiayaan UMI adalah untuk pengentasan kemiskinan,” ujar Kusmana. 

Lanjut Kusmana, koperasi harus semakin banyak dilibatkan dalam upaya pengentasan kemiskinan, termasuk menjadi penyalur pembiayaan Umi yang memang ditujukan bagi pelaku usaha mikro. Pihaknya, mengajukan sekitar  8 sampai 10 koperasi.  Namun, hanya 3 (tiga) yang lolos tahap verifikasi dan dinilai layak menyalurkan UMI. 

Menurut dia, Kementerian Keuangan memberika syarat agar penyalur pembiayaan Umi memiliki laporan keuangan berbasis teknologi informasi (TI). Sementara masih banyak koperasi yang belum berbasis IT.  Untuk itu, persoalan  IT  menjadi salah satu menjadi konsen Pemerintah Provinsi Jabar saat ini.

"Kami akan mendorong digitalisasi 200 koperasi. Program tersebut digulirkan untuk meningkatkan daya saing koperasi," katanya.

Selain itu, hal itu juga diyakini dapat meningkatkan peran koperasi dalam mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya anggota koperasi. Pihaknya berharap ke depan tidak ada lagi koperasi yang terkendala menjadi penyalur kredit program karena persoalan IT.

Diketahui, pembiayaan UMI merupakan kredit program Kementerian Keuangan yang disalurkan melalui Lembaga Keuangan bukan Bank. Kredit tersebut ditujukan bagi pelaku usaha ultra mikro yang belum bankable, dengan plafond kredit di bawah Rp 10 juta.

Sementara itu, Ketua Pengurus KSPPS BMT Itqan, Adhy Suryadi mengatakan, pembiayaan Umi yang disalurkan melalui koperasi tersebut sebesar Rp 5,41 miliar. Pembiayaan tersebut diakses oleh 2.084 dari 12.000 anggota koperasi tersebut.

"Outstanding per April 3,606 miliar dengan rasio kredit bermasalah 0%. Setiap anggota rata-rata mengakses pembiayaan dengan plafon Rp 2,586 juta," katanya.

Dia mengatakan, saat ini masih banyak pelaku usaha ultra mikro anggota KSPPS Itqan yang membutuhkan permodalan. Untuk itu, dia akan kembali mengajukan pembiayaan Umi sebesar Rp 10 miliar untuk disalurkan bagi 4.000-5.000 anggota koperasi tersebut.

"Sebagian besar anggota koperasi kami bergerak di sektor perdagangan mikro. Ada juga yang pertanian dan industri mikro," tuturnya.

Adapun Anggota KSPPS Itqan yang juga pelaku usaha perdagangan burung dan kudapan kecil, Nining, mengatakan, sangat terbantu dengan kredit Umi. Selama ini, dia mengaku kerap kesulitan mengakses pembiayaan karena terkendala agunan.

"Banyak masyarakat di sini yang memiliki usaha mikro dan butuh suntikan modal. Tidak besar, sekitar Rp 2 juta sampai Rp 2,5 juta. Kami berharap, ke depan akan semakin banyak kredit program sejenis untuk membantu usaha mikro seperti kami," katanya. (Rianto Nurdiansyah)