Jika Hati Ingat kepada Allah

Jika Hati Ingat kepada Allah
K.H Abdullah Gymnastiar. (Net)

SAHABATKU dimanapun kita berada, kapanpun kita berada, sesungguhnya Allah pasti memperhatikan kita. Dimanapun kita berada, kapanpun kita berada, sesungguhnya ada malaikat yang mencatat setiap ucapan dan amal perbuatan kita.

Allah dan malaikat-Nya memang ghoib, kita tidak bisa melihatnya. Akan tetapi, jikalau seseorang memiliki iman yang kuat, walaupun Allah dan malaikat tidak nampak pada pandangan matanya, namun ia yakin bahwa ia selalu ada dalam pengawasan-Nya. Ia meyakini itu seolah ia sedang melihat Allah secara langsung. Rasulullah Saw. menerangkan hal ini sebagai konsep ihsan.

Ketika malaikat Jibril a.s bertanya kepada Rasulullah Saw. mengenai ihsan, maka beliau Saw. bersabda, “Hendaklah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat–Nya. Kalaupun engkau tidak melihat–Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.” (HR. Muslim)

Semakin kuat iman seseorang, maka semakin mudah ia untuk selalu ingat kepada Allah Swt. Sebaliknya, semakin lemah imannya, maka akan semakin jauh dia dari mengingat Allah Swt. Kita perlu mengukur kadar keimanan kita. Mengukurnya bukan dengan pengakuan lisan, tapi dengan kejujuran hati.

Ada orang yang ingat kepada Allah hanya ketika ditanya saja. Jika tidak ditanya, maka dia lupa. Semakin seseorang ingat terus kepada Allah, dalam setiap keadaan, maka itu tanda iman yang bagus. Semakin imannya bagus, yakin kepada Allah, maka dunia ini baginya semakin tidak menarik. Mengapa? Karena yang menarik baginya hanyalah Allah Swt. Semakin imannya bagus, maka semakin tidak tertarik ia untuk bergantung kepada makhluk. Mengapa? Karena satu-satunya tempat bergantung baginya hanyalah Allah Swt.

Semakin kuat iman seseorang, maka pangkat dan jabatan baginya tak berarti lagi. Karena ia akan fokus pada tanggungjawab menjalankannya. Ia ingat bahwa itu adalah amanah dan akan diperhitungkan di hadapan Allah Swt. di yaumil hisab. Ia tidak akan membangga-banggakan pangkat, jabatan itu, karena yang terbayang olehnya adalah pertanggungjawaban atas amanah itu. Ia tidak akan membangga-banggakan harta kekayaan, karena yang terbayang olehnya adalah hisabnya, setiap satu sen yang ia gunakan akan dipertanggungjawabkan. Maa syaa Allah.

Maka dari itu saudaraku, penting bagi kita mengupayakan agar iman kita selalu meningkat. Iman kita memang akan naik turun, namun penting bagi kita berikhtiar agar setelah turun, selalu naik lagi lebih tinggi dan lebih tinggi lagi. Kuncinya adalah dengan mengingat Allah Swt. di setiap waktu kita, selalu menghadirkan Allah di dalam hati dan pikiran kita.

Karena Allah Swt. berfirman, “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du [13] : 28)

Semoga kita tergolong orang-orang yang senantiasa mengingat Allah Swt. dalam keadaan apapun. Sehingga kita memiliki iman yang kuat dan meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin. (KH Abdullah Gymnastiar)