Kanwil DJP Jabar I Gelar Buka Bersama Anak Yatim

Kanwil DJP Jabar I Gelar Buka Bersama Anak Yatim
Acara buka bersama dan santuan kepada anak yatim di DJP Jawa Barat I. (Yogo Triastopo)

INILAH, Bandung - Di Ramadan tahun ini, Kanwil DJP Jawa Barat I turut melakukan kegiatan sosial. Salah satunya dengan menyelenggarakan acara buka puasa bersama dan memberikan santunan kepada anak yatim piatu di Aula Kanwil DJP Jabar I.

Dalam kegiatan ini, Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Barat I mengundang sebanyak 40 anak dari Khanzul Ummah Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat. 

Acara yang dimulai pukul 16.00 itu, diawali acara pelepasan pegawai purnabakti, Maman Yusman Suhel. Selanjutnya, para pegawai mendengarkan pengarahan Kepala Kanwil DJP Jawa Barat I Neilmaldrin Noor. 

“Acara ini untuk meningkatkan kebersamaan kita. Ayolah, kita jadikan kantor ini menjadi keluarga kedua, maksimalkan fungsi kita, peranan kita, memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi lingkungan kita," kata Neil belum lama ini.

Lebih lanjut dia menuturkan untuk tidak lupa bersyukur. "Saya mengingatkan kembali pada diri saya dan teman-teman semua, jangan lupa bersyukur. Ini penting, karena kita seringkali lupa atau sulit bersyukur. Kita berbuat sesuatu lebih di kantor ini dengan bahan bakar rasa syukur itu,” ucapnya. 

Lalu Neil mengutip sebuah cerita di mana suatu ketika ada seorang pemuda yang datang kepada Imam Syafi’i rahimahullah untuk mengadukan tentang kesempitan hidup yang dialami. 

Dia memberitahukan bahwa dirinya bekerja sebagai pekerja upahan dengan gaji lima dirham dan dia  meminta saran bagaimana melepaskan kesempitan hidup itu. "Minta gajimu untuk dikurangi jadi 4 dirham,” kata Imam Syafi’i. 

Tak lama, pemuda itu pergi melaksanakan perintah Imam Syafi’I sekalipun dia tidak paham apa maksud dari perintah itu. Setelah berlalu beberapa lama, orang itu datang lagi kepada Imam Syafi’i untuk mengadukan tentang kehidupannya yang tidak banyak kemajuan.

“Kalau begitu minta gajimu untuk dikurangi jadi tiga dirham,” saran Imam Syafi’i. Orang itu pun kembali pergi melaksanakan anjuran Imam Syafi’i dengan perasaan sangat heran.

Setelah berlalu sekian lama, orang itu kembali lagi menemui Imam Syafi’i dan berterima kasih atas nasihatnya. Dia menceritakan bahwa uang tiga dirham justru bisa menutupi seluruh kebutuhan hidupnya, bahkan hidupnya menjadi lapang. Dia menanyakan apa rahasia di balik itu semua?

Imam Syafi’i menjelaskan bahwa pekerjaan yang dia jalani itu tidak berhak mendapatkan upah lebih dari tiga dirham. Dan kelebihan dua dirham itu telah mencabut keberkahan harta yang dia miliki ketika tercampur dengannya.

Neil pun mengatakan, bila kisah ini bisa menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi semua. "Mari evaluasi diri, apakah penghasilan yang kita terima selama ini sudah sesuai dengan kinerja kita," tandas Neil. (Yogo Triastopo)