Parade Kuliah Ramadan di SMAN 24 Bandung

Parade Kuliah Ramadan di SMAN 24 Bandung
Parade Kuliah Ramadan di SMAN 24 Bandung. (Disdik Jabar)

INILAH, Bandung - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 24 Bandung mengadakan Parade Kuliah Ramadan (Kurma) dalam kegiatan "Smart Tren Ramadhan".

Acara di bulan suci umat Islam ini mengedepankan tema "Jalan Menuju Jabar Juara Lahir dan Batin" yang digelar selama 10 hari, mulai 20 - 31 Mei 2019. Kegiatan ini diisi dengan Salat Duha, tilawah dan tausiah, muhasabah serta doa.

Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 24 Bandung, Iwan Setiawan menyampaikan, dalam kegiatan Smart Tren ini, peserta didik akan mendapatkan pelajaran mengenai budi pekerti yang berlandaskan keagamaan.

“Di antaranya tahsin, iqra, akidah, akhlak, fikih, hadis, tarikh, dan Alquran. Semua pelajaran tersebut akan disampaikan para akademisi yang sudah ahli di bidangnya, seperti dosen, penyuluh agama, dan guru,” ujar Iwan saat ditemui di SMAN 24, Jalan AH Nasution No 27, Kota Bandung, Senin (20/5/2019).

Iwan menjelaskan, kegiatan pertama yang dilakukan adalah Sala Duha berjamaah. Kemudian membaca Asmaul Husna, tilawah Alquran, dan dilanjutkan ceramah atau tablig akbar bersama para pemateri, seperti ustaz, guru besar, penyuluh agama, DKM masjid, dan praktisi pendidikan. Setiap hari, pemateri akan memberi materi yang berkaitan dengan tema yang telah ditentukan. 

“Contohnya, di hari pertama ini ada Ustaz Kristiono yang ahli dan memahami bidang tahsin. Oleh karena itu, sekolah mengundangnya agar bisa memberikan ilmu tentang tahsin kepada anak-anak,” tambahnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa dikumpulkan di lapangan untuk mendengarkan tablig akbar. Kemudian, para siswa akan digiring menuju kelas guna mendapatkan ilmu keagamaan yang telah ditentukan.

Selain ilmu agama, siswa juga diberi ilmu mengenai toleransi beragama, menghadapi multikultur, memberantas hoaks, dan tabayun terhadap berbagai informasi.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Pelaksana Smart Tren, Usman Danu mengungkapkan, terciptanya kegiatan ini berkat kerja sama antar-guru mata pelajaran.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya untuk siswa muslim, tapi juga siswa nonmuslim. “Salah satunya umat Kristiani. Kami meminta program khusus dari gereja, kemudian dalam ruangan khusus diberi guru pendamping untuk memberikan materi kepada setiap siswa,” ungkapnya.

Kegiatan Smart Tren yang diikuti siswa kelas X dan XI ini, lanjutnya, digelar usai pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun (PAT). Untuk acara penutupan, akan ditutup dengan kegiatan Amalia Ramadan, yaitu buka puasa dan tarawih bersama di sekolah.

Kemudian, dilanjutkan dengan memberikan santunan kepada siswa tidak mampu, warga sekitar sekolah, dan pesantren. Santunan tersebut merupakan hasil sumbangan siswa yang menyisihkan uang sakunya.

“Saya berharap, kegiatan Smart Tren ini dapat menunjang program Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) yang ingin membawa masyarakat 'Jabar Juara Lahir Batin'. Tidak mungkin muncul juara kalau tanpa ada usaha maksimal, salah satunya melalui kegiatan ini,” pungkasnya. (Disdik Jabar)