Bendera Kuning Terpasang di Kantor KPU Garut

Bendera Kuning Terpasang di Kantor KPU Garut
KAMMI Garut menggelar aksi pasang bendera kuning di Kantor KPU setempat, Senin (20/5/2019). (Zainulmukhtar)

INILAH, Garut- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Garut menggelar aksi pasang bendera kuning pada pagar Kantor KPU setempat, Jalan Suherman, Senin (20/5/2019).

Aksi ini merupakan bentuk keprihatinan atas banyaknya petugas penyelenggara Pemilu 2019 meninggal dunia maupun sakit dalam tugas.

"Kabar terakhir dari beberapa media, ada 527  orang KPPS tewas, dan 11.239 orang mengalami sakit  pada pelaksanaan pemilu 2019 ini. Belum pula dengan KPPS yang cacat . Jumlah ini 14 kali lebih banyak dari pada korban banjir bandang Kabupaten Garut 2016," kata Ketua KAMMI Garut Riana Abdul Azis.

Karenanya, lanjutnya, KAMMI Garut menuntut dilakukannya investigasi atas banyaknya anggota KPPS meninggal dunia, 
menuntut pemerintah memberikan gelar kehormatan bagi mereka, serta meminta KPU Garut tak menurunkan bendera kuning selama sepekan ke depan. 

Dalam pernyataan sikapnya di tengah aksi unjuk rasa itu, KAMMI Garut menuntut KPU mengembalikan kepercayaan rakyat dengan menjunjung terlaksananya Pemilu jujur dan adil, serta oknum KPU yang melakukan salah input dalam Situng KPU agar ditangkap, dan diproses hukum.

Menurut Ketua KPU Garut Junaidin Basri, hingga kini, tercatat sebanyak 12  petugas penyelenggara Pemilu 2019 di Garut meninggal dunia. Terdiri dari 7 KPPS, 4 linmas, dan 1 sekretaris. Sebanyak 179 orang sakit.  

"Mengenai penyebabnya, tidak mutlak kelelahan. Tapi sebelumnya ada yang punya riwayat penyakit, seperti usus buntu, hipertensi,dan penyakit lain," ujarnya. (Zainulmukhtar)