Perbup Asuransi Tani Akan Terbit, Petani Bogor Bebas Premi

Perbup Asuransi Tani Akan Terbit, Petani Bogor Bebas Premi
(Ilustrasi/Reza Zurifwan)


INILAH, Cibinong- Dinas Pertanian, Holtikultura dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor akan mengusulkan penerbitan Peraturan Bupati (Perbup) asuransi tani.

Hal ini dibutuhkan sebagai payung hukum menyusul rencananya Pemkab Bogor memberikan bantuan uang Rp 36.000 per sawah atau kebun. Nantinya, para petani ini bebas premi, plus lahan sawah atau kebunnya tertutupi asuransi.

"Biaya premi asuransi tanu ini kan Rp 180 ribu persawah atau kebun dan selama ini pemerintah pusat memberikan subsidi Rp 144 ribu hingga mereka tinggal membayar Rp 36 ribu untuk membayar premi ini, dengan adanya Perbup Bogor maka kedepan para petani ini bebas premi," kata Kepala Distanhorbun Kabupaten Bogor Siti Nuriyanti kepada wartawan, Senin (20/5) 

Ia menerangkan saat ini jumlah petani yang sudah ikut asuransi tani ada 3.500 orang dan dengan adanya bantuan dari pemerintah daerah ini maka total petani yang ikut asuransi ada 5 500 orang.

"Dengan adanya Perbup Bogor Asuransi Tanu ini maka jumlah sawah yang tercover asuransi tank itu ada 5.500  bidang atau petani hingga bisa menghindari petani dari resiko kerugian," terangnya.

Nuriyanti menjelaskan tidak semua sawah atau kebun akan diikut sertakan dalam asuransi tani ini, jajarannya akan memilih sawah atau kebun yang beresiko tinggi gagal panen.

"Kami akan memilih sawah atau kebun yang beresiko tinggi gagal panen dimana penyebabnya karena serangan hama, beresiko terdampak bencana longsor, bencana banjir maupun bencana kekeringan," jelas Nuriyanti.

Ia melanjutkan syarat petani untuk bisa menjadi peserta asuransi itu cukup mudah yaitu terjaminnya pasokan air, sawahnya boleh bukan irigasi teknis atau tadah hujan dan  yang penting memiliki mesin pompa penyedot air.

"Dengan asuransi tani ini  petani tidak hanya dijamin bila masa panen, tetapi juga dimulai darj masa tanam. Sepuluh hari masa tanam apabila terkena bencana, maka petani akan mendapatkan ganti rugi sebesar 6 juta rupiah perhektare. Asuransi ini untuk meringankan beban petani apabila ia terkena bencana," lanjutnya. (Reza Zurifwan)