Titik Terang dari Polemik Lahan R3

Titik Terang dari Polemik Lahan R3
Polemik terkait Lahan R3 diyakini segera tuntas. (Rizki Mauludi)

INILAH, Bogor - Penyelesaian polemik jalan Regional Ring Road (R3) kembali ditunda. Tapi Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto yakin solusi segera didapat. 

Sebelumnya diyakini akan ada kesepakatan yang menguntungkan dua belah pihak pada 20 Mei 2019. Tetapi setidaknya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto maupun kuasa hukum pemilik lahan sudah satu jalan dengan mengedepankan kepentingan bersama. 

"Pak wakil (Wakil Wali Kota) sudah lapor ke saya, insya Allah ada titik temu disitu. Tinggal berproses disitu," ungkap Bima pada Senin (20/5/2019) siang.

Sementara itu Kuasa Pemilik lahan R3, Herly Hermawan mengatakan, pihaknya mendapatkan pemberitahuan pada Minggu (19/6/2019) bahwa jadwal pertemuan Senin (20/5/2019) diundur hingga waktu yang belum ditentukan.

"Diundur dari jadwal yang disepakati Minggu lalu, tetapi tidak masalah. Sehingga bisa mempersiapkan," ungkap Herly.

Ia melanjutkan, harapan dirinya sama dengan Pemkot Bogor yaitu mendapat solusi yang menguntungkan dua belah pihak. Herly menegaskan pihaknya juga menginginkan persoalan segera selesai.

"Untuk pembukaan jalan tidak tahu juga ya kapan. Tergantung kesepakatan Pemkot Bogor dengan pemilik lahan. Nanti dilihat hasil pertemuan, mudah-mudahan segera selesai," tambahnya.

Sementara itu diketahui, warga Katulampa, Kecamatan Bogor Timur menginginkan jalan R3 segera dibuka oleh Pemkot Bogor. Mereka menganggap Jalan R3 merupakan akses mobilisasi warga Katulampa dari lima perumahan serta beberapa perkampungan. 

Saat ini jalan R3 bisa dilintasi oleh kendaraan roda dua tetapi melewati trotoar. Sebelumnya warga dijanjikan Sekda Kota Bogor Ade Syarif Hidayat jala dibuka sebelum bulan puasa, tapi pada akhirnya Ade meminta maaf kepada masyarakat karena janjinya tidak terealisasi.