Yayasan Salman ITB Bangun Masjid dan RS di Soreang

Yayasan Salman ITB Bangun Masjid dan RS di Soreang
Pemancangan tiang pertama pembangunan Masjid Salman Rasidi di komplek Rumah Sakit Salman Hospital. (Rd Dani R Nugraha)

INILAH,Bandung- Yayasan Pembina Salman ITB melalui badan wakaf Salman ITB melakukan pemancangan tiang pertama pembangunan Masjid Salman Rasidi di komplek Rumah Sakit Salman Hospital, Desa Sekarwangi, Kecamatan Soreang, Senin (20/5/2019). 

Masjid yang didesain dengan terinspirasi "Leuit" atau lumbung padi khas masyarakat Sunda ini diharapkan bisa memberikan manfaat dan kemakmuran yang besar bagi masyarakat sekitar.

Ketua Harian Wakaf Salman ITB, Hari Utomo mengatakan, pembangunan masjid Salman Rasidi ini diatas lahan seluas 500 meter persegi yang merupakan wakaf dari salah seorang warga. Nantinya masjid yang berukuranc13x15 meter persegi ini bisa menampung kurang lebih 350 orang jamaah. Masjid ini berada di lingkungan Rumah Sakit Salman yang akan didirikan juga ditempat itu. 

Masjid dua lantai yang didesain oleh arsitek alumni ITB dan alumni Salman yang bernama Agus Kurmiawan  ini terdiri dari ruang utama, ruang wudhu, toilet, managemen dan menara masjid. Masjid ini juga didesain dengan konsep tropis dimana sirkulasi udara diatur sedemikian rupa, sehingga tidak memerlukan pendingin ruangan.

"Pembangunan masjid ini sengaja dilakukan sebelum pembangunan Rumah Sakit Salman. Kami terinspirasi oleh pembangunan Masjid Quba saat Rosulluloh hijrah dari Mekah ke Madiah, saat itu masjid adalah bangunan pertama yang beliau dirikan. Ini juga menjadi simbol bahwa pembangunan rumah sakit ini dilandasi semangat spiritual yang tinggi untuk berkhidmat kepada Alloh SWT dan juga kepada masyarakat Kabupaten Bandung,"kata Hari Utomo.

Menurut Hari, pembangunan masjid yang dananya bersumber dari wakaf dan donasi para jamaah masjid Salman ITB itu, diperkirakan memakan waktu sekitar enam bulan. Kemudian akan disusul dengan pembangunan Rumah Sakit Salman yang rencananya akan didirikan diatas lahan seluas 16.000 meter persegi. Nantinya, rumah sakit tersebut pada tahap pertama berkapasitas 100 tempat tidur. Rumah sakit ini akan dilengkapi dengan berbagai perlengkapan modern serta sumber daya manusia yang mumpuni dibidangnya untuk melayani umat.

"Selama ini alumni Salman ITB itu datang dari berbagai latar belakang keilmuan. Seperti dari teknik sipil, dari kedokteran dan lainya banyak. Setelah kami lulus dari kampus dan dari Salman ITB, kami bekerja di tempat masing masing. Sekarang saatnya kami mengabdikan diri kepada masyarakat Bandung tempat kami dulu menimba ilmu," ujarnya. 

Pembangunan Rumah Sakit Salman Hospital ini, lanjut Hari, sangat strategis karena dekat dengan Jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) dan Kota Soreang yang akan tumbuh menjadi kota besar. Meskipun lahannya tidak terlalu luas, namun lahan ini menjadi modal dasar untuk pembangunan RS Salman Hospital. Tahap pertama, akan didirikan empat lantai dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 100.

"Meskipun banyak kendala selama proses pembebasam dan perizinan, namun berkat kemudahan Alloh, dukungan para donatur dan kekompakan tim semua bisa dilalui dengan lancar," katanya. 

Bupati Bandung Dadang M Naser mengaku gembira pembangunan masjid Salman Rasidi dan Rumah Sakit Salman Hospital ini. Semoga saja kehadiran masjid ini bisa menjadi pusat kegiatan umat di wilayah Soreang. Apalagi, turut didirikan juga rumah sakit untuk melayani masyarakat. 

"Kami sangat mengapresiasi hadirnya investasi dibidang keagamaan. Apalagi berbarengan dengan pembangunan rumah sakit. Itu artinya ada keseimbangan antara spriitual, sosial dan intelektual. Terimakasih saya ucapkan kepada Salman ITB atas kehadirannya di Soreang," ujarnya. 

Dadang juga berjanji akan membantu percepatan pembangunan masjid Salman Rasidi dan Rumah Sakit Salman Hospital tersebut. Salah satunya yakni dengan membantu percepatan perizinan dan tidak menutup kemungkinan bantuan dana.

"Kami akan bantu untuk percepatan pembangunannya. Termasuk bantuan dana,kalau dari APBD akan sulit tapi saya usahakan dari sumber lain," katanya.(Rd Dani R Nugraha).