BJB Optimistis Raih Masa Depan Gemilang

BJB Optimistis Raih Masa Depan Gemilang
Foto: Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Senin (20/5/2019) ini, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) genap berusia 58 tahun. Pemimpin Divisi Corporate Secretary BJB M As’adi Budiman mengatakan, berbekal pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki pihaknya optimistis meraih masa depan yang gemilang. 

Untuk itu, BJB akan terus bertekad selalu meningkatkan dan mempertahankan kinerja perseroan. Selain itu, pihaknya pun selalu siap untuk memberikan layanan terbaik bagi nasabah dan turut membangun perekonomian daerah dengan mengedepankan sinergitas dan inovasi memberikan Tandamata Untuk Negeri.

“Kinerja gemilang terus ditorehkan dengan mendapatkan berbagai macam perhargaan dari lembaga-lembaga dan institusi. Itu semua menjadi pemacu semangat untuk dapat terus meningkatkan dan mempertahankan kinerja perseroan. Ke depan, kami optimistis bisa meraih masa depan yang lebih gemilang,” kata As’adi saat puncak acara perayaan HUT ke-58 BJB di Bandung, Senin (20/5/2019). 

Menurutnya, sebagai agen perubahan pihaknya selalu siap untuk memberikan layanan terbaik dan turut membangun perekonomian daerah Jawa Barat dan Banten. Seiring dengan perkembangan, akan semakin tinggi pula intensitas hubungan BJB dengan masyarakat beserta lingkungannya. 

“Berbagai kegiatan pun digelar, tak sebatas pada aktivitas bisnis semata tetapi juga diimbangi kegiatan yang memberi dampak positif dan dampak sosial yang luas bagi masyarakat,” ucapnya seraya menyebutkan semua pencapaian tersebut tak terlepas dari hasil sinergi, kolaborasi, dan inovasi sebagai Tandamata Untuk Negeri. 

Secara umum, BJB merupakan bank pembangunan daerah (BPD) yang kini beranjak menjadi bank nasional. Sejauh ini, kehadirannya tersebar di 14 provinsi di Indonesia dengan ribuan jaringan kantor. BJB melalui serangkaian aksi korporasi dan pada 2010 merupakan titik balik bagi perseroan untuk semakin melebarkan sayapnya. Pada tahun itu, BJB akhirnya menjadi BPD pertama yang melakukan initial public offering (IPO) dengan kode emiten BJBR.

Sebagai agen pembangunan, BJB mendukung program Pemerintahan Provinsi Jawa Barat agar mengutamakan prinsip tiga pro. Yakni, profitability, pro- development, dan pro-poor. 
Aspek profitability diakuinya berhasil dibuktikan dengan pencapaian pada 2018. Hingga akhir tahun itu, BJB mencatatkan kinerja positif dengan raihan laba bersih sebesar Rp1,55 triliun atau tumbuh 28,1% (yoy). Capaian itu berada di atas pertumbuhan laba bersih industri perbankan per Desember 2018 sebesar 10,36% (yoy).

Sedangkan, aspek pro-development tergambar dari dukungan terhadap pembangunan ekonomi di daerah maupun nasional melalui pembiayaan kepada sektor infrastruktur. Plus, aspek pro-poor diwujudkan dengan mendorong pembiayaan UMKM. Hingga triwulan I 2019, BJB menyalurkan kredit mikro sebesar Rp5,5 triliun atau tumbuh 11,1%.