Begini Modus Para Penipu di Facebook Menjalankan Aksinya

Begini Modus Para Penipu di Facebook Menjalankan Aksinya
Satreskrim Polres Bandung berhasil menggulung komplotan penipu bermodus rayuan melalui media sosial facebook. (Dani R Nugraha)

INILAH, Bandung- Wakapolres Bandung Mikranudin Saputra membeberkan moduspara penipu perempuan via Facebook saat melancarkan aksinya. Mereka, awalnya berpura-pura berkenalan sebelum mengeluarkan sejuta rayuan.

Menurut Mikra, para tersangka laki laki ini memang sengaja mencari sasaran kaum perempuan. Mereka membujuk para korbannya lewat media sosial. 

Untuk mengelabui para korban, mereka sengaja membuat akun palsu di media sosial dengan nama Putra Pratama. Akun palsu itu menggunakan poto orang lain dan mengaku sebagai pegawai pelayaran di PT Tangguh LNG Teluk Betuni, Papua.

Setelah berkenalan, tersangka yang berada di dalam lapas kemudian menjalin komunikasi dengan korban lewat aplikasi pesan singkat sampai mereka terjerat dan menjalin hubungan asmara jarak jauh. Beberapa waktu setelah berhubungan jarak jauh, tersangka kemudian mengajak korbannya untuk bertemu dengan janji memfasilitasi biaya kepulangan para korban nantinya. Namun sebelumnya, korban dimintai sejumlah uang.

"Agar korbannya percaya mereka menunjukan tanda pengenal karyawan PT Tangguh LNG Teluk Betuni dan cek senilai Rp 2 miliar atas nama Putra Pratama.  Korban diminta untuk mentransfer sejumlah uang yang nantinya terganti setelah korban mendapat bagian dari pencairan cek tersebut," ujarnya.

Termakan bujuk rayu tersebut, sejumlah korban pun akhirnya rela memberikan uang kepada tersangka sebesar Rp 10-30 juta setiap orangnya. Uang tersebut ditransfer ke rekening atas nama Maryono dan Muhamad Rizky Hardiansyah di bank yang berbeda dan dipegang oleh para tersangka di luar lapas. Para korban baru menyadari jika telah ditipu setelah tersangka  tak bisa lagi dihubungi setelah uang ditransfer.

"Memang baru ada satu orang yang melapor pada kami ini. Namun hasil penyelidikan ternyata korbannya banyak dan kami perkirakan masih banyak lagi karena mereka sudah beraksi sejak beberapa bulan lalu dibeberapa lokasi," katanya.

Kecurigaan polisi akan maraknya korban sangat beralasan karena jumlah barang bukti yang diamankan sangat banyak. Tercatat setidaknya ada 33 telefon genggam, uang tunai Rp 142 juta, 1 mobil mewah keluaran 2017, 3 sepeda motor, 73 buku rekening, 2 dompet dan 17 kartu ATM.

Para tersangka akan dijerat 378 dan tatau 372 KUH Pidana tentang penipuan dan penggelapan. Selain itu, mereka juga akan dikenakan Undang-Undang ITE dan atau UU Nomor 8 Tahun 2010 pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang.

"Kami bekerja sama dengan pihak bank untuk menelusuri kemungkinan barang bukti tindak pidana pencucian uang lainnya. Kami juga mencari berbagai aset lain yang dibeli pelaku dengan uang hasil menipu para korban,"katanya. (Rd Dani R Nugraha).